in

Tak Terima Lahan Parkirnya Dipatok, Pengurus Gereja Blenduk Adu Mulut dengan Kontraktor Revitalisasi Kota Lama

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pengurus Gereja Blenduk, Kota Lama Semarang memprotes petugas proyek revitalisasi yang hendak memasang patok di area parkirnya. Sebab, pemasangan patok akan mempersulit akses parkir jemaat gereja yang menjalankan ibadah.

Pendeta Hellen mengungkapkan, pihak gereja telah mengajukan protes beberapa kali kepada pelaksana proyek. Dalam hal ini PT Brantas Abipraya, untuk tidak memasang patok di sekitar area gereja. Namun, hal itu selalu tidak diindahkan.

“Kami sudah ngomong beberapa hari yang lalu sama manager proyeknya. Dan itu sudah disepakati bahwa tidak akan dipasang patok di sini (parkiran sebelah kanan gereja). Nah ini malah mau dipasang lagi,” keluhnya, Minggu (7/4/2019).

Menurutnya, pihak proyek atau pemerintah terkesan tidak konsisten. Apa yang dijanjikan kemarin berbeda dengan hari ini. “Jadi ini berubah-berubah terus. Hari ini bilangnya tidak mau dipasang, besoknya malah dipasang. Kemarin sudah di taruh seperti ini, terus kami protes, dan ini lagi,” imbuh Hellen.

Sebagai stakeholder yang sudah lama menghuni kawasan Kota Lama, pihaknya ingin agar dilakukan koordinasi ketika ada perubahan apapun.

Berdasarkan undang-undang, kata Hellen, setiap rumah harus diberi akses untuk masuk. Apalagi Gereja Blenduk yang notabene merupakan tempat suci untuk ibadah yang dijamin oleh negara. “Kalau di tutup seperti ini kan kami kesulitan mau parkirnya, padahal di lahan sendiri,” jelasnya.

Dikatakannya, keinginan pihak gereja simpel, yakni agar diberi akses masuk sesuai luas tanah gereja. “Akses masuk jemaat lah. Orang-orang tua, orang-orang sakit, belum lagi kalau ada ambulans yang membawa jenazah ke gereja, kan butuh akses, itu gimana coba,” ucap Hellen.

Sementara itu, Adi selaku koordinator proyek kawasan tersebut menjelaskan, semua aduan itu adalah urusan Pemerintah Kota Semarang. Pihaknya, saat ini, hanya sebagai eksekutor lapangan yang bekerja sesuai tupoksi yang diberikan.

“Kalau ada kritikan, harus ada surat resmi. Misal ini, pihak gereja mau protes pemasangan patok, ya silakan buat aduan melalui surat, nanti kami sampaikan ke atasan,” jelasnya.

Seusai melakukan adu mulut antara pihak proyek dan gereja, akhirnya ditemukan jalan tengah. PT Brantas Abipraya bersedia untuk tidak memasang patok di dekat area parkir hingga adanya suatu keputusan, sedangkan pihak Gereja Blenduk berjanji akan melayangkan surat resmi, maksimal Senin (8/4/2019) hari ini. (*)

editor : ricky fitriyanto

Baihaqi Annizar