in

Siklon Tropis Rai di Utara Papua, Waspada Ancaman Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Ilustrasi Siklon Tropis Surigae yang terbentuk di sekitar Pasifik Barat sebelah utara Papua, Rabu (14/4/2021). ANTARA/BMKG

JAKARTA (jatengtoday.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) melaporkan pembentukan Siklon Tropis Rai di sekitar Pasifik Barat sebelah utara Papua, yang berdampak pada cuaca Indonesia

“Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, Siklon Tropis Rai terbentuk di posisi 6,0 derajat LU, 140,8 derajat BT (sekitar 950 km sebelah utara timur laut Biak) dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusatnya mencapai 35 knot (65 km/jam) dan tekanan udara di pusatnya sekitar 998hPa,” kata Deputi Bidang Meteorologi Guswanto, Selasa (14/12/2021).

Untuk periode 48 jam ke depan, Siklon Tropis Rai masih menunjukkan eksistensinya dengan kecenderungan meningkat dan pergerakan sistem ke arah barat-barat laut semakin menjauhi wilayah Indonesia.

Siklon Tropis Rai tumbuh di area tanggung jawab RSMC (Regional Specialized Meteorological Centre) Tokyo, sehingga otorisasi analisis dan penamaan sistem siklonnya dilakukan oleh RSMC Tokyo.

Dalam periode 24 jam ke depan, Siklon Tropis Rai dapat berdampak secara tidak langsung terhadap kondisi cuaca di antaranya potensi hujan sedang – lebat di wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Kemudian potensi angin kencang 15-20 knot (27-37 km/jam) di wilayah Papua Barat bagian utara, Biak, Papua bagian utara, Maluku Utara.

Selanjutnya potensi Gelombang laut dengan tinggi gelombang 1.25 – 2.5 meter (Moderate) di wilayah Laut Sulawesi bag. Timur, Perairan Bitung – Likupang – Kep. Sitaro, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku bag. Selatan, Perairan Barat Kep. Halmahera dan Teluk Cendrawasih.

Lalu potensi gelombang laut dengan tinggi gelombang 2.5 – 4.0 meter (Rough Sea) di wilayah Perairan Kep. Sangihe – Talaud, Laut Maluku bag. Utara, Perairan Utara dan Timur Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat – Papua dan Samudra Pasifik Utara Halmahera – Papua.

Baca: Bibit Siklon 95S Terdeteksi di Laut Arafuru, Sejumlah Wilayah Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem

“Sementara itu sistem Bibit Siklon Tropis 95S yang diidentifikasi dua hari terakhir berada di sekitar Laut Arafura, berdasarkan analisis hari ini sistem sirkulasinya masih cukup persisten dengan intensitas lemah dan probabilitasnya masih rendah untuk menjadi sistem siklon tropis dalam 24 jam ke depan,” ujar Guswanto.

Untuk memperkuat informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem di level daerah, UPT BMKG wilayah Propinsi secara aktif melakukan diseminasi informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

BMKG melalui Jakarta TCWC terus melakukan pemantauan perkembangan sistem siklon tersebut dan aktivitas dinamika atmosfer lainnya beserta potensi dampak cuaca ekstremnya. Terkait dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau untuk menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak. (ant)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.