in

Semarang Rawan Banjir, Setiap Hujan Deras Banyak Jalan Tergenang

Masifnya alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab banjir Semarang.

Ilustrasi. Air menggenang ruas jalan Pantura Semarang. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Fenomena banjir seolah menjadi hal lumrah di Kota Semarang. Setiap ada hujan lebat dengan intensitas yang cukup lama, hampir dapat dipastikan jalan-jalan banyak yang tergenang.

Seperti hujan lebat yang mengguyur Semarang, Senin (27/12/2021) sore ini. Dampaknya, ruas jalan di kawasan Tambakaji Ngaliyan dan Mangkang tergenang. Ketinggian air ada yang mencapai 40 sentimeter.

Berdasarkan pantauan, air juga menggenang ruas jalan Krapyak (arah Semarang-Kendal). Bahkan, air hampir merendam lantai toko yang ada di pinggir jalan tersebut.

Selain itu, air hujan juga merendam jalan-jalan kecil di perkampungan. Antara lain Jalan Hayam Wuruk, dekat kampus Undip Peleburan. Beruntungnya, genangan tidak berlangsung lama.

Kondisi serupa juga bisa dilihat di ruas Jalan Simongan–area belakang Kelenteng Sam Poo Kong. Selokan tampak tak mampu menampung air hujan, sehingga meluap ke permukaan jalan.

Salah satu warga Ngaliyan, Semarang, Khafid (30) mengaku tidak kaget ketika mendengar daerahnya dilanda banjir. Apalagi di saat musim hujan seperti sekarang. “Banjir sudah biasa, apalagi kalau hanya jalan tergenang,” ujarnya.

Sebelumnya, pakar lingkungan Kota Semarang, Prof Sudharto P Hadi pernah mengungkap penyebab banjir yang kerap melanda kota ini disebabkan masifnya alih fungsi lahan.

Menurutnya, banyak ruang terbuka hijau yang beralih fungsi menjadi kawasan perumahan. Hal tersebut, kata Dharto, membuat proses penyerapan air tidak maksimal sehingga berujung banjir.

Pekan lalu, Pusat Riset Kependudukan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan Urban Lecture Series #11 berjudul “Banjir Sudah Naik Seleher: Mengupas Fenomena Urbanisasi dan Banjir di Semarang”.

Profesor riset yang bekerja di Pusat Riset Masyarakat dan Budaya BRIN, Henny Warsilah sempat memaparkan terkait penyebab banjir di Semarang. Salah satunya karena wilayah ini terletak di bawah laut, tanahnya berawak yang memungkinkan banjir itu tetap ada.

Faktor lain, adanya masa urbanisasi yang mendorong terjadinya alih fungsi lahan. Perkembangan kota memaksa terjadi proses pelebaran bentuk fisik, dari pusat kota ke arah pinggiran kota.

Bahkan menurutnya, wilayah Semarang atas yang seharusnya menjadi daerah tanah simpanan udara kota dibangun menjadi perkantoran, maupun industri. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.