in

Residivis di Semarang jadi Kurir Sabu, Ngaku Diperintah Napi dari Dalam Lapas

Dalam pengungkapan ini berhasil diamankan dua paket sabu-sabu dengan berat lebih dari setengah kilo.

Petugas mengapit tersangka usai diamankan bersama barang bukti paket berisi sabu-sabu. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Residivis kasus narkotika berinisial CY diciduk petugas setelah kedapatan menerima paket sabu-sabu seberat 509,7 gram. Ia diringkus saat berada di rumah kerabatnya di Kelurahan Bergas, Kabupaten Semarang.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian mengungkapkan, tersangka pernah menjalani hukuman karena perkara narkotika dan keluar tahun 2018 di Lapas Ambarawa.

Berdasarkan hasil interogasi, tersangka mengaku menerima paket narkotika jenis sabu-sabu dari seorang narapidana berinisial A yang saat ini sedang berada di salah satu lapas di Jateng.

“Tersangka mengaku baru 5 kali diperintah (napi A). Dia mendapatkan upah Rp250.000 per kantong (paket sabu-sabu) dan (diperbolehkan) memakai sabu secara gratis,” jelas Lutfi, Minggu (19/6/2022).

Lutfi menegaskan, pengungkapan kasus narkoba dalam jumlah yang cukup besar ini merupakan hasil kerja sama antara Ditresnarkoba Polda Jateng bersama Bea Cukai Tanjung Emas Semarang.

Petugas dari kedua institusi tersebut pada 15 Juni 2022 melakukan profiling terhadap pengiriman paket yang diduga berisi sabu-sabu. Paket tersebut dipantau sampai diterima oleh orang yang dituju.

Dari penangkapan tersangka CY, petugas mengamankan dua paket narkotika jenis sabu-sabu dengan total berat brutto 509,7 gram; dua buah telepon genggam; sebuah timbangan digital; dua buah alat hisap boong; dua pack plastik klip transparan; dua buah pipet kaca; serta lima buah korek api yang di modifikasi.

Polisi menegaskan bakal terus lakukan pengejaran terhadap bandar narkotika yang terlibat dalam kasus tersebut. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.