in

Ratusan Driver Online Geruduk Gubernuran dan Kantor Gojek, Ini yang Dipermasalahkan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Ratusan driver online yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) menggeruduk Kantor Gubernuran dan Kantor Gojek Indonesia Semarang, Jumat (2/7/2019). Mereka melakukan aksi untuk menuntut sejumlah hal.

Koordinator Aksi, Indrawan Wiratmo mengatakan, demo tersebut merupakan puncak dari protes yang telah dilakukan. Sebelumnya bahkan mereka telah melakukan aksi offbid massal, yaitu mematikan aplikasi secara serentak dari 29 Juli hingga 1 Agustus.

Menurutnya, para driver online merasa dirugikan atas kebijakan perubahan skema bonus. Pemberlakuan skema baru trip dan insentif mulai aktif pada Kamis (1/8/2019).

Setelah diubah, lanjutnya, skema terbaru harian 12 trip mendapat insentif Rp 85 ribu, 16 trip mendapat tambahan Rp 30 ribu, dan 19 trip mendapat tambahan Rp 60 ribu. Jika bisa memperoleh tiga tingkatan trip maka insentif tersebut diakumulasi menjadi Rp 175.000.

“Skema baru jika ditotal 19 trip hanya mendapat insentif Rp 175.000, berbeda dengan skema lama yang mendapat Rp 250.000 untuk 19 trip dan 12 trip dapat Rp 125.000,” jelasnya.

Skema mingguan yang baru juga dinilai memberatkan. Apalagi hal ini merupakan hal baru bagi driver.

Disebutkan, jika dalam satu pekan driver mampu mengkalkulasi 80 trip mendapat insentif Rp 205.000, dan 120 trip mendapat insentif Rp 425.000. Jika dalam tiga hari driver sudah bisa mendapat 120 trip, maka hari keempat sampai ketujuh tidak dihitung insentifnya.

“Maksimal dibatasi 120 trip satu minggu, jika kita target tiga hari, maka trip kelebihan tidak dapat insentif. Kebijakan skema baru juga secara sepihak oleh perusahan. Mitra driver tidak bisa memilih sendiri skema yang diinginkan,” katanya.

Dia juga menjelaskan mengapa aksi juga dilakukan tak hanya di Kantor Gojek, tapi juga di depan Kantor Gubernuran. Menurut Indrawan, langkah ini sudah sesuai dengan undang-undang.

“Kenapa kami gelar aksi damai di Gubernuran ini, karena sesuai Permenhub 118 terbaru, salah satu pasalnya menyebutkan bahwa tarif akan ditentukan kepentingan tertinggi di daerah. Di sini kita berharap bisa bertemu Pak Gubernur,” ujarnya.

Untuk diketahui, aksi ini tidak hanya diikuti oleh mitra Gojek saja, melainkan driver Grab Car juga ikut turun menunjukkan solidaritasnya sebagai sesama driver. Selain itu, banyak juga driver dari luar kota, seperti Salatiga, Ungaran dan sekitarnya yang turut serta. (*)

editor : ricky fitriyanto