in

Rapor Kinerja Akuntabilitas Pemkot Semarang Masih Tertinggal dari Kota Besar Lain

SEMARANG (jatengtoday.com) – Penataan sistem berbagai bidang di Kota Semarang belakangan ini terus dilakukan. Namun berdasarkan Rapor Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) RI, ternyata Kota Semarang masih tertinggal dari kota besar lain di Indonesia.

Kinerja Pemkot Semarang hanya mampu mendapat Predikat B. Untuk bisa masuk ke predikat BB saja belum mampu.
Artinya, Kota Metropolitan yang memiliki tagline Semarang Hebat ini ternyata masih tertinggal di bawah sejumlah kota lain. Bahkan sekelas kabupaten.

Sejumlah kota/kabupaten yang mendapat Predikat BB seperti Kota Serang (Banten), Kabupaten Lebak (Banten), Kabupaten Pandeglang (Banten), Kabupaten Batanghari (Jambi), Kabupaten Bangka Tengah (Babel), Pemprov Kepulauan Riau, Kota Tanjung Pinang (Kepri), Kabupaten Karimun (Kepri), dan Kabupaten Natuna (Kepri).

Selanjutnya, Pemprov Sumatera Barat, Kota Padang (Sumbar), Kota Payakumbuh (Sumbar), Kota Bukittinggi (Sumbar), Pemprov Sumatera Selatan, Kabupaten Muara Enim (Sumsel), Kabupaten Lubuk Linggau (Sumsel), Kota Sukabumi (Jabar), Kota Tasikmalaya (Jabar), Kabupaten Garut (Jabar), dan Kabupaten Bandung (Jabar).

Sedangkan Pemda yang meraih Predikat A adalah Pemprov Jawa Barat dan Kota Bandung.

PJ Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Agus Riyanto mengakui saat ini Kota Semarang masih berada di Predikat B. “Masih sama dengan tahun lalu. Namun demikian secara nilai mengalami peningkatan, yakni sebelumnya pada tahun 2017 Kota Semarang mendapat nilai 62, pada tahun 2018 mendapat nilai 67,92,” katanya.

“Nilainya mengalami kenaikan, tapi kategori atau predikatnya masih sama yaitu B. Sebetulnya tinggal sedikit lagi bisa naik predikat menjadi BB,” imbuhnya lagi.

Maka dari itu, lanjut Agus, Kota Semarang memang harus terus berbenah di berbagai sektor. Baik dari sistem perencanaan, sistem penganggaran, dan sistem pelaporan kerja. “Harapannya, tahun depan bisa naik Predikat BB. Atau bahkan nantinya Predikat A bisa terwujud,” katanya.

Meski begitu, lanjutnya, sejauh ini telah banyak perubahan menjadi lebih baik. Termasuk kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkot terasa ada peningkatan. “Kami mengapresiasi kinerja dari OPD,” katanya.

Dikatakannya, hingga saat ini proses pembenahan terus berlangsung. Semua kinerja OPD di Pemkot Semarang terus dievaluasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran. “OPD untuk selalu berorientasi pada capaian kinerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Agus, di Kota Semarang sendiri memiliki sistem e-SAKIP. Tujuannya memudahkan proses pemantauan dan pengendalian kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan kinerja SKPD pada khususnya dan kinerja Pemkot Semarang pada umumnya,” ungkapnya.

Aplikasi atau sistem informasi yang dihasilkan dari aplikasi eSAKIP itu sendiri secara langsung dapat diakses oleh publik. “Masyarakat bisa memantau, menilai, dan memberi masukan,” katanya.

Aplikasi tersebut juga menampilkan informasi secara real time, yakni meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD), Rencana Strategis SKPD, Rencana Kinerja Tahunan tingkat SKPD dan Kota, Indikator Kinerja Utama tingkat SKPD dan Kota, Perjanjian Kinerja tingkat SKPD dan Kota, dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
(LKjIP). Selain itu, Evaluasi Capaian Kinerja tingkat SKPD dan Kota, Hasil Evaluasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (*)

editor : ricky fitriyanto