in

PSIS Goes to School Sambangi SMKN 1 Semarang, Gelar Coaching Clinic hingga Safety Riding

Kegiatan ini merupakan langkah positif untuk mendekatkan dengan komunitas pelajar di wilayah Semarang dan sekitarnya.

CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menyapa siswa SMKN 1 Semarang, Kamis (12/10/2023). (foto: dokumentasi PSIS Semarang)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Setelah sempat vakum karena pandemi, PSIS Goes to School kembali digelar. SMKN 1 Semarang menjadi lokasi pertama yang disasar dengan menghadirkan dua penggawa Mahesa Jenar, Alfeandra Dewangga dan Rizky Darmawan.

PSIS Goes to School menyambangi SMKN 1 Semarang, Kamis (12/10/2023). CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah positif untuk mendekatkan dengan komunitas pelajar di wilayah Semarang dan sekitarnya.

“Kegiatan ini sebelumnya dilakukan secara rutin sebelum terhenti akibat pandemi dan tragedi Kanjuruhan. Kini, kami berencana untuk melanjutkan kegiatan ini secara berkala di berbagai sekolah di Kota Semarang dan sekitarnya,” kata Yoyok Sukawi.

Pada kesempatan tersebut, PSIS memberikan berbagai pengalaman berharga kepada para pelajar. Ini termasuk sesi coaching clinic yang dipimpin oleh Alfeandra Dewangga dan Rizky Darmawan. Mereka berbagi pengetahuan dan keterampilan sepak bola kepada pelajar, memberikan wawasan tentang permainan tersebut, serta berbagi kiat-kiat yang dapat membantu mereka berkembang sebagai pemain sepak bola.

Yamaha Mataram Sakti sebagai sponsor PSIS turut ambil bagian dalam acara ini dengan memberikan edukasi safety riding kepada pelajar. Kesadaran akan keselamatan dalam berlalu lintas sangat penting, dan pelajaran ini dapat membantu para pelajar memahami pentingnya berkendara dengan aman.

PSIS Goes to School menyambangi SMKN 1 Semarang, Kamis (12/10/2023). (foto: dokumentasi PSIS Semarang)

Selanjutnya, ada juga sesi edukasi tentang penggunaan media sosial yang dipandu oleh Sela Good dan Udin Lar. Dalam era digital ini, pemahaman yang baik tentang penggunaan media sosial menjadi sangat penting, terutama bagi generasi muda. Mereka diajarkan bagaimana menggunakan platform ini dengan bijak dan aman.

Selain itu, Ketua Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI), Swasti Aswagati memberikan ajakan kepada para siswi untuk menjalani karir sebagai pesepak bola putri. Ini adalah langkah positif dalam mendukung perkembangan sepak bola wanita di Kota Semarang dan Jawa Tengah.

“Selain memberikan manfaat kepada para pelajar, acara ini juga berpotensi membawa manfaat bagi PSIS dengan mendekatkan klub kepada komunitas dan membawa sponsor-sponsor PSIS ke lokasi tersebut. Target market kami kan Jawa Tengah, tujuannya tentu saja Jateng is blue, membirukan Jawa Tengah,” tandas Yoyok Sukawi. (*)

Tri Wuryono