in ,

Proyek BKT Tinggal Menghitung Hari, Relokasi belum Beres

SEMARANG – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno mengatakan, pemenang lelang telah ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Saat ini tinggal menunggu persetujuan Menteri Keuangan (Menkeu) untuk pembagian pencairan anggaran multiyears.

“Diperkirakan seminggu lagi. Begitu mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan, pengerjaan proyek bisa langsung dimulai, ya paling lama 10 hari lah,” kata Ruhban, Selasa (21/11/2017).

Dikatakannya, penetapan Menteri PUPR sudah dilakukan pada 15 September lalu. “Persetujuan Menteri Keuangan tersebut untuk menetapkan besaran anggaran yang dikeluarkan di setiap tahap atau per-tahun. Kan nanti anggarannya dipecah-pecah,” katanya.

Pertama kali pengerjaan, kata dia, adalah tahap persiapan, rekanan, mobilisasi peralatan, kemudian pembuatan perkantoran di sekitar lokasi pekerjaan di Banjir Kanal Timur. “Kalau akses jalan masuk alat berat saat ini telah disediakan,” katanya.

Ditanya mengapa proses pengerjaan yang dalam waktu dekat akan dimulai, tetapi relokasi warga di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur belum dilakukan, Ruhban enggan berkomentar lebih jauh. Sebab, pembebasan lahan atau relokasi warga tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah Kota Semarang. “Tapi pemindahan warga bisa dilakukan secara bertahap. Kami hanya meminta pemindahan warga atau relokasi warga harus sesuai dengan schedule. Sebab, kalau pemindahan belum dilaksanakan secara keseluruhan dikhawatirkan kegiatan ini terlambat,” katanya.

Tetapi hal paling penting adalah akses jalan masuk untuk alat berat. Karena saat ini akses jalan masuk tersebut sudah disiapkan, maka ia menilai tidak ada masalah. “Karena nanti pengerjaan juga dilakukan secara bertahap. Sesuai target, pembangunan normalisasi Banjir Kanal Timur ini selesai 2019 mendatang, butuh waktu tiga tahun. Tetapi kami akan melakukan percepatan,” imbuhnya. (Abdul Mughis)

Editor: Ismu Puruhito