in

Petani Demak Diperkenalkan Biosaka Tingkatkan Hasil Pertanian

Terkait pupuk para petani tidak perlu mengeluhkan ketersediaannya karena lebih baik menggunakan pupuk organik atau dengan menggunakan biosaka.

DEMAK (jatengtoday.com) – Bersama Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian RI Suwandi, Bupati Demak, Eisti’anah lakukan Panen Jagung di Lahan Sawah Kelompok Tani Patok Urip Desa Pundenarum, Kecamatan Karangawen, beberapa waktu lalu.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perwakilan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, dan Forkopimcam Karangawen.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan cuaca yang tidak menentu sangat mempengaruhi hasil panen. “Waktu dan cuaca sangat dikeluhkan para patani, disamping itu juga ketersediaan pupuk dalam bercocok tanam”. Ungkapnya.

Bupati berharap dengan kehadiran Dirjen Tanaman Pangan dapat membantu segala permasalahan petani.

“Dengan kehadiran Pak Dirjen dapat dimanfaatkan untuk berbagi ilmu. Bagaimana dengan sedikit pupuk, minim biaya, bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal,” jelasnya.

Bupati menambahkan Pemkab Demak terus memberikan support kepada petani di antaranya dengan memberikan bantuan berupa sarana dan prasaran produksi. Pihaknya berharap dari Kementerian Pertanian dapat lebih men support atas kelangkaan pupuk karena harga yang mahal.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan terkait pupuk para petani tidak perlu mengeluhkan ketersediaannya karena lebih baik menggunakan pupuk organik atau dengan menggunakan biosaka.

“Sekarang para petani tidak perlu keluhkan ketersediaan pupuk lagi, lebih baik menggunakan pupuk organik karena lebih aman tidak membunuh caing dan mikroba tanah diantaranya adalah dengan memakai biosaka,” ungkapnya.

Suwandi menambahkan petani harus membuat lompatan, dengan mengejar IP 400. Penerapan pola tanam IP 400 merupakan salah satu langkah meningkatkan produksi sehingga ketersediaan jagung dapat terpenuhi.

Seperti diketahui IP 400 adalah cara tanam dan panen empat kali dalam satu tahun pada lahan yang sama, tujuannya adalah meningkatkan luas tanam dan produksi untuk ketahanan pangan, penghasilan petani meningkat dan sekaligus sebagai solusi penurunan luas tanam akibat alih fungsi lahan sawah. (*)

Ajie MH.