in

Meski Hujan Harga Tembakau Tinggi, Petani Demak Untung Besar

Tahun ini daun tembakau yang bisa dipetik mulai daun ke enam, karena daun pertama hingga kelima menjadi dendeng dan tidak layak untuk dijual.

Mohamad Sodik (Baju merah) saat menunjukkan hasil pemotongan tembakau kepada bupati. (istimewa)

DEMAK (jatengtoday.com) – Efek tingginya harga tembakau di pasaran saat ini tentunya sangat menguntungkan para petani di wilayah Kecamatan Karangawen dan Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Meskipun hujan turun dalam kurun waktu beberapa hari terakhir namun kerugian yang ditimbulkan akibat hujan tidak begitu merugikan para petani. Petani masih bisa memanen daun tembakau mereka di bagian atasnya sehingga masih bisa menangguk banyak keuntungan darinya.

Hal tersebut dijelaskan oleh kepala desa Tlogorejo Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Mohamad Sodik. Menurutnya untuk tahun ini memang sangat menguntungkan karena hasil panen tembakau mereka dihargai cukup tinggi oleh pabrik rokok.

“Panen pertama hingga kelima gagal daunnya jadi dendeng tembakau, namun pemetikan ke enam hingga selanjutnya berhasil. Untuk tahun ini panen tembakau termasuk bagus dalam soal harga namun gagal atau kurang untuk masalah hasil atau produksi,” ujar Mohamad Sodik.

Perlu diketahui bahwa tanaman Tembakau adalah produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan. Produk ini dikonsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai pengisi waktu luang atau “hiburan”, yaitu sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Tembakau juga dapat dikunyah. Kandungan metabolit sekunder yang kaya juga membuatnya bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat.

Lebih lanjut Sodik menjelaskan bahwa tahun ini daun tembakau yang bisa dipetik mulai daun ke enam, karena daun pertama hingga kelima menjadi dendeng dan tidak layak untuk dijual. Meski demikian dari segi harga petani sangat diuntungkan mengingat harga jual yang cukup tinggi.

“Tembakau kami dibeli oleh pabrik-pabrik besar seperti Jarum, Gudang Garam, maupun Norojono, tentunya dengan harga yang bagus. Untuk Jarung kemarin mereka membeli tembakau kami hingga Rp 45 ribu per kilonya, sedangkan Gudang Garam membeli tembakau kami dengan harga Rp 46 ribu per kilonya,” jelas Sodik Panjang lebar.

Sementara itu Bupati Demak Hj dr Eistianah di sela-sela mengikuti acara Farmers Field Day Demplot Tanaman Tembakau di Desa Tlogorejo Karangawen mengatakan sektor pertanian merupakan pendukung utama dalam pelaksanaan percepatan pembangunan di Kabupaten Demak. Selain padi, komoditas yang patut dipertimbangkan adalah tembakau.

“Di Kabupaten Demak, tembakau bersifat spesifik lokalita artinya bisa dikembangkan dengan teknologi yang sesuai dengan potensi agroekosistem wilayah. Tanaman ini hanya dapat tumbuh dan berkembang baik di tiga wilayah meliputi Kecamatan Mranggen, Karangawen, dan Guntur, dan terkenal dengan jenis tembakau “Mranggenan” ujarnya.

Selanjutnya perlu diketahui bahwa tembakau adalah kelompok tumbuhan dari genus Nicotiana yang daunnya biasa digunakan sebagai bahan baku dalam kegiatan merokok. Bahasa Indonesia tembakau merupakan serapan dari kata “tabaco” dari Bahasa Spanyol yang dianggap sebagai asal kata. Produksi tembakau terbesar berasal dari spesies Nicotiana tabacum, meskipun Nicotiana rustica juga digunakan di beberapa tempat. Bernardino de Sahagún merupakan orang pertama yang berhasil membedakan kedua spesies tersebut dalam Kodeks Firenze yang ditulis antara tahun 1540 dan 1585. (*)

Ajie MH.