in

Industri Tumbuh, Serapan Tenaga Kerja Justru Menurun

SEMARANG (jatengtoday.com) – Hingga triwulan ketiga 2018, total serapan proyek di Jateng tembus di angka 2.583. Rinciannya, 936 proyek dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan 1.647 proyek dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Jumlah proyek itu meningkat dibanding periode sama tahun lalu yang hanya mencatat total 1.940 proyek. Terdiri 890 proyek dari PMA dan 1.050 proyek dari PMDN.

Meski jumlah proyek meningkat, jumlah serapan tenaga kerja justru merosot. Jika 2017 lalu ada 98.883 tenaga kerja yang diserap, tahun ini turun menjadi 84.447 tenaga kerja. Kemerosotan itu terjadi di industri PMA. TKI turun dari 67.395 menjadi 42.690. TKA juga menurun dari 509 menjadi 403.

Serapan tenaga kerja meningkat cukup signifikan di proyek PMDN. Tahun lalu, ada 30.928 TKI dan 51 TKA yang diserap proyek PMDN. Tahun ini meningkat menjadi 40.982 TKI dan 362 TKA.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Prasetyo Aribowo menjelaskan, krisis tenaga kerja terjadi di industri tekstil di Kabupaten Boyolali. Di beberapa industri padat karya di beberapa wilayah lain juga terjadi.

“Soal krisis suplai tenaga kerja ini akan kami komunikasikan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pendidikan tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Ini harus segera direspons,” terangnya, Kamis (1/11/2018).

Dia berharap, ada sistem khusus yang bisa mendukung link and match antara pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja. Dengan begitu, SMK dan pelatihan tenaga kerja di Jateng bisa menyuplai kebutuhan industri.

“Apalagi sebentar lagi ada kawasan industri baru di Kota Semarang. Letaknya bersebelahan dengan KIW (Kawasan Industri Wijayakusuma) di Tugu. Sekarang sedang proses pengurusan Amdal. Rencana 2019 baru dibangun. Kawasan Industri Kendal juga mau diperluas,” bebernya.

Lebih lanjut, Prasetyo membeberkan mengenai realisasi perkembangan investasi di Jateng. Hingga triwulan ketiga tahun ini, target investasi Rp 47,15 triliun, hanya tercapai Rp 41,94 triliun, atau 89 persen. Meski begitu, realisasi ini naik 26 persen dari periode sama tahun lalu yang hanya Rp 33,02 triliun. (*)

editor : ricky fitriyanto