SEMARANG (jatengtoday.com) – Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Surakarta menyesalkan upaya intervensi yang dilakukan Ketua KONI Surakarta Lilik Kusnandar terkait pelaksanaan Muskot TI yang akan digelar dalam waktu dekat.
Plt Ketua Pengkot TI Surakarta, Effendi Hari mengatakan, Lilik juga mengancam tidak akan memberikan surat rekomendasi jika ketua terpilih dalam Muskot tidak berasal dari calonnya.
“Kami merasa KONI Surakarta telah terlalu jauh mencampuri urusan rumah tangga organisasi kami, dan kami merasa KONI bukan menjernihkan masalah malah memperkeruh masalah,” kata Effendi dalam keterangan tertulis, Jumat (7/4/2023).
Dikatakan Efendi, pihaknya menghadiri rapat koordinasi dengan Ketua KONI Surakarta, Lilik Kusnandar pada 5 April 2023 di kantor KONI Surakarta. Dalam rakor tersebut, KONI Surakarta juga mengundang para pengurus dojang se-Kota Surakarta.
Menurutnya, dalam pertemuan tersebut sebagian besar pengurus dojang se-Kota Surakarta walk out, karena para pengurus dojang merasa Ketua KONI Surakarta sudah overlap dan sewenang-wenang menjalankan fungsinya sebagaimana diamanatkan dalam UU sistem keolahragaan Nasional.
”Masalah DS telah disikapi secara tegas oleh PBTI dan Pengprov TI Jateng, serta Pengkot TI Surakarta, yakni dengan diberhentikannya secara tetap yang bersangkutan dari keanggotaan TI. Kami telah mempersiapkan muskot dan ini urusan rumah tangga kami, jangan malah dipolitisasi,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Pengprov TI Jateng itu.
DS merupakan mantan pengurus Pengkot TI Surakarta yang diduga melakukan pencabulan terhadap sejumlah siswa. Saat ini DS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya ditangani Polresta Surakarta.
Seperti diketahui, Ketua KONI Surakarta, Lilik Kusnandar melalui surat resmi nomor 1.08/UND/KONI-Ska/IV/2023 mengundang ketua dojang taekwon-do se-Kota Surakarta dan Plt Pengkot TI Surakarta untuk rapat koordinasi dojang taekwon-do.
Effendi mengatakan, dalam pertemuan tersebut, ketua KONI Surakarta, Lilik Kusnandar menyampaikan calon ketua taekwon-do hasil Muskot nanti harus dari luar organisasi taekwon-do. Usulan itu mendapat reaksi keras dari anggota forum.
”Pak Lilik juga menyampaikan bahwa KONI Kota Surakarta tidak akan memberikan rekomendasi apabila rencana mereka tidak berhasil (ketua yang mereka usung tidak disetujui),” tutur Effendi. (*)