SEMARANG (jatengtoday.com) — Kota Semarang keluar sebagai juara umum pada Kejurnas Gubernur Jateng Cup 2026 Taekwondo Open Tournament yang berlangsung di GOR Jatidiri Semarang, 26-28 Juni 2026. Tim tuan rumah tampil dominan dengan mengungguli Taekwondo Solo dan Kabupaten Semarang dalam klasemen akhir perolehan medali.
Kejuaraan nasional yang diikuti 2.935 atlet dari 150 klub taekwondo tersebut mempertandingkan nomor Kyorugi dan Poomsae mulai kategori Pra Cadet hingga Senior. Kota Semarang mengoleksi 15 medali, terdiri atas 7 emas, 5 perak, dan 3 perunggu, sehingga berhak menyandang gelar juara umum.
Posisi kedua ditempati Taekwondo Solo dengan raihan 6 emas, 6 perak, dan 9 perunggu, sedangkan Kabupaten Semarang berada di peringkat ketiga setelah mengumpulkan 4 emas, 4 perak, dan 8 perunggu.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Tengah, Derry Darmansyah, menilai kejuaraan ini menjadi ajang penting untuk menemukan bibit atlet masa depan.
“Kalau melihat pertandingan ini banyak atlet muda potensial yang tentunya sangat positif untuk regenerasi atlet taekwondo Jawa Tengah,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).
Menurut Derry, padatnya kalender kompetisi dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia membuat hasil pemantauan dari turnamen ini sangat berharga sebagai bahan pembentukan atlet untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.
“Saat ini ada banyak pertandingan, seperti PB TI juga banyak series, sehingga dari turnamen ini kami bisa memiliki beberapa lapis untuk persiapan di kejuaraan-kejuaraan mendatang,” katanya.
Ia juga menilai perkembangan pembinaan taekwondo di berbagai daerah di Jawa Tengah semakin menggembirakan.
“Perkembangan di daerah sangat bagus, banyak klub bagus dan atlet junior potensial. Dari segi teknik dan postur juga sudah berkembang,” ucapnya.

Derry menyebut Gubernur Jateng Cup 2026 menjadi penyelenggaraan pertama dengan jumlah peserta yang sangat besar. Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan agar kualitas pelaksanaan semakin baik.
“Ini event pertama dengan jumlah peserta sangat besar. Kami terus melakukan evaluasi dan mendapat masukan dari PB TI agar penyelenggaraan lebih tertib. Ke depan kami ingin menjadikan kejuaraan seperti ini sebagai agenda rutin untuk menjaring atlet potensial,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Tengah, Taufik Hidayat, mengapresiasi tingginya antusiasme seluruh daerah di Jawa Tengah.
“Perkembangan taekwondo di Jawa Tengah sangat luar biasa. Seluruh 35 pengkot dan pengkab sudah terisi semua dan mereka mengirimkan anggota klub-klub di kejuaraan ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus kabupaten dan kota yang telah mendukung suksesnya kejuaraan.
“Tentunya kami berterima kasih kepada pengkot dan pengkab atas antusiasme yang sangat luar biasa,” pungkasnya. (*)
