in

Penghuni Gambilangu Sepakat Lokalisasi Ditutup, Tapi Berharap Karaoke Tetap Buka

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sosialisasi penutupan Resosialisasi Rowosari atau yang lebih dikenal dengan Lokalisasi Gambilangu (GBL) di Balai Pertemuan RW VI, Kelurahan Mangkang Kulon, Kota Semarang, berjalan lancar, Selasa (25/6/2019).

Dalam kesempatan itu, mayoritas Wanita Pekerja Seks (WPS) menyepakati penutupan dan menyatakan siap pulang kampung asalkan tali asih (uang pesangon) sudah diberikan.

Lokalisasi GBL ini terletak di daerah perbatasan. Secara administratif, wilayahnya pun terbagi menjadi dua. Pertama Rowosari Atas yang masih masuk Kota Semarang, lalu Sumberejo yang masuk wilayah Kabupaten Kendal. Dinas terkait dari dua wilayah tersebut hadir dalam pertemuan.

Selain itu, berdasarkan pendataan, ada 253 peserta yang hadir. Sebanyak 176 orang dari Semarang, dan 77 sisanya dari Kendal. Mereka terdiri atas banyak pihak, utamanya muncikari dan WPS.

Pantauan di lokasi, tak ada perdebatan yang cukup berarti dalam sosialisasi tersebut. Bahkan, dari pihak WPS maupun pemilik karaoke tidak ada yang mengajukan bantahan atau usulan apapun. Mereka hanya mengiyakan apa yang dibahas dalam forum.

Ketua Lokalisasi GBL, Kaningsih mengungkapkan, secara umum, semua pihak menyepakati rencana penutupan ini. “Anak-anak siap semua, yang penting sudah dapat uang pesangon, mereka nanti akan pulang kampung,” ujarnya.

Sebelum pertemuan ini dilakukan, ia sudah mengumpulkan warga terlebih dahulu pada Senin (24/6/2019) untuk mengakomodir permintaan warga. Dan semuanya sudah disampaikan olehnya.

Baihaqi Annizar