in

Pengadilan Diminta Tahan Dua Pengusaha Gestun Semarang

Menurut Walden, penahanan perlu dilakukan demi terwujudnya kesetaraan penanganan hukum.

Penasihat hukum Whina Whiniyati, Walden Van Houten Sipahutar menunjukkan surat permohonan penahanan dua terdakwa kasus penyalahgunaan rekening di PN Semarang.
Penasihat hukum Whina Whiniyati, Walden Van Houten Sipahutar menunjukkan surat permohonan penahanan dua terdakwa kasus penyalahgunaan rekening di PN Semarang. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Pengadilan Negeri (PN) Semarang diminta menahan dua pengusaha gesek tunai (gestun) Semarang yang menjadi terdakwa kasus penyalahgunaan rekening. Dua pengusaha itu bernama Yohannes Sugiyanto dan Sujoko Liem.

Permohonan penahanan diajukan oleh korban penyalahgunaan rekening, Whina Whiniyati melalui penasihat hukumnya Walden Van Houten Sipahutar. Surat permohonan juga ditembuskan ke Komisi Yudisial (KY) Perwakilan Jawa Tengah.

Sebenarnya, terdakwa Yohannes Sugiyanto dan Sujoko Liem sempat ditahan pasca-perkaranya dilimpahkan oleh penyidik ke kejaksaan. Namun, dalam proses persidangan, keduanya mengajukan penangguhan penahanan dan dikabulkan hakim.

Walden mengritik keputusan hakim PN Semarang tersebut. Menurutnya, kedua terdakwa perlu ditahan demi lancarnya proses penanganan perkara.

“Kami layangkan surat permohonan penahanan karena ada kekhawatiran terdakwa melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi kejahatannya,” ujar Walden, Kamis (23/11/2023).

Kasus penyalahgunaan rekening tersebut melibatkan empat orang pelaku. Namun, dari tiga pelaku yang sudah disidang, dua terdakwa pengusaha gestun Semarang tidak ditahan.

Menurut Walden, penahanan perlu dilakukan demi terwujudnya kesetaraan penanganan hukum. “Seharusnya semuanya ditahan, tidak ditangguhkan,” imbuhnya.

Dia berharap, majelis hakim berlaku adil dan tidak memberi perlakuan khusus kepada para terdakwa. Sehingga tercipta sistem peradilan yang bersih.

Penyalahgunaan Rekening Libatkan Karyawan BRI

Kasus penyalahgunaan rekening ini mulai terkuak saat dilaporkan pemilik nama rekening Whina Whiniyati bersama tim kuasa hukumnya dari Law Firm Dr Hendra Wijaya & Partners pada 4 November 2021.

Menurut penjelasan Kasi Pidum Kejari Kota Semarang Muhammad Rizky Pratama, modus dalam kasus ini bermula ketika dua karyawan Bank BRI membuat rekening atas nama Whina Whiniyati tanpa izin.

Kemudian rekening itu digunakan untuk pengajuan mesin EDC atau gesek tunai. Mesin EDC selanjutnya diberikan kepada Yohannes Sugianto dan Sujoko Liem untuk digunakan transaksi jual beli di toko masing-masing.

Jaksa mendakwa pelaku dengan sangkaan pasal berbeda.

Terdakwa Yohannes Sugianto pengusaha gestun yang berkantor pusat di Jalan Erlangga Raya Semarang dan Sujoko Liem pengusaha gesek tunai di Tlogosari Semarang dijerat Pasal 46 ayat (1) Jo Pasal 30 ayat (1) UU No.19 tahun 2016 tentang ITE.

Kemudian, terdakwa Danika Yusmansyah mantan karyawan BRI Cabang Pattimura Semarang, disangkakan Pasal 49 ayat (1) huruf a UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan atau Pasal 51 ayat (1) UU No.19 tahun 2016 tentang ITE Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sementara itu, Seno Aji Nuswantoro sesama karyawan BRI sempat menjadi buron. Ia baru saja tertangkap. Kini masih menjalani pemeriksaan dan sementara ditahan di Ditreskrimsus Polda Jateng. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar