in

Penampakan Wajah Kota Lama Sekarang, Ini Komentar Warga

SEMARANG (jatengtoday.com)Festival Kota Lama Semarang 2019 menyedot perhatian ribuan orang. Tampak antusiasme masyarakat berbondong-bondong sekadar penasaran ingin mengetahui penampakan wajah baru Kota Lama Semarang.

Tak hanya anak muda, para pengunjung juga didominasi rombongan keluarga. Mereka tampak asyik menikmati suasana kawasan Kota Lama sembari mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel.

Keramaian Festival Kota Lama 2019. (abdul mughis/jatengtoday.com).

Beragam acara selama Festival Kota Lama 2019 digelar cukup memanjakan pengunjung kawasan yang disebut Little Netherland itu. Di antara Jelajah Kota Lama, Line Dance On The Street, Booktalk, Pemutaran dan Diskusi Film Kucumbu Tubuh Indahku (17+), Pasar Sentiling, Street Art Perfomance, Sketch Carnival, Pameran Karya Sketsa Bangunan Cagar Budaya, Live Sketch, dan Panggung Sketsa Musik. Acara puncak digelar pawai budaya Indische Parade, Minggu (22/9/2019) sore.

“Saya penasaran dengan penampakan wajah Kota Lama sekarang, karena belakangan ini sudah banyak foto suasana Kota Lama di media sosial. Ternyata memang asyik. Kota Lama ini menjadi kawasan cagar budaya yang istimewa untuk dikunjungi,” kata salah satu pengunjung, Syifa Annisa (27), warga Tembalang.

Dikatakannya, Kota Lama dulu terkesan horor. Banyak bangunan tua tak bertuan, mangkrak dan banyak genangan air. Tapi sekarang sudah berubah menjadi kawasan yang lumayan bersih. “Meski penataan saat ini memang terlihat belum sempurna. Acara Festival Kota Lama ini juga sangat mendukung agar pengunjung dapat menikmati berbagai pengetahuan. Hanya saja, menurut saya masih banyak gedung yang belum berfungsi,” katanya.

Menurut Syifa, masih banyak gedung yang belum digarap secara serius. “Kalau boleh saya usul, alangkah baiknya gedung cagar budaya memiliki aktivitas budaya, seni, atau sejarah yang bisa dimasuki atau diakses oleh pengunjung. Kalau hanya dijadikan kafe itu sama sekali enggak menarik,” ujarnya.

Dia juga mengkritisi soal pengelolaan parkir. “Persoalan parkir ini juga sangat penting karena menjadi bagian dari pelayanan. Pengunjung harus mendapat jaminan kenyamanan dan keamanan. Parkir itu kan sudah ada aturan resmi dari pemerintah mengenai penetapan tarif kan? Nah, lalu kenapa di sini tarifnya di atas rata-rata? Motor saja sampai Rp 5 ribu,” katanya.

Sekretaris Panitia FKL 2019, Jessie Setiawati, menyebut selama acara tersebut, sedikitnya ada 63.346 orang mengunjungi Festival Kota Lama. “Indische Parade ini merupakan puncak kegiatan Festival Kota Lama 2019,” katanya. (*)

editor : ricky fitriyanto

Abdul Mughis