in

Pemukiman Tergenang Banjir, Warga Pekalongan Ngungsi di Masjid dan Mushola

SEMARANG (jatengtoday.com) – Curah hujan yang masih tinggi menimbulkan genangan banjir di wilayah Pantura Jateng. Yang terparah di Kabupaten Pekalongan. Terhitung ada 2.021 warga terdampak banjir terpaksa mengungsi.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto menjelaskan, warga terdampak banjir mengungsi ke 20 lokasi yang tersebar di berbagai kecamatan. Seperti Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Desa Samborejo, Desa Karangjompo dan Desa Tegaldowo.

Sebagian besar mengungsi ke tempat ibadah. Di Musala Al Wahab terdapat 143 orang, Masjid Jami’ Simbang terdapat 100 orang, rumah warga bernama Ali terdapat 50 orang, Gedung TPQ Al Maktab terdapat 369 orang, belakang Koramil 09/Buaran terdapat 40 orang serta TPQ Al Amir terdapat 60 orang.

Kemudian untuk daerah Desa Samborejo, para pengungsi menginap sementara di Masjid Jami ada 200 orang, Dukuh Sringgit ada 300 orang, Musala Baitul Musahidin/TPQ ada 50 orang.

Lalu Desa Karang Jompo, warga mengungsi di Masjid PT Dupantex ada 288 orang, Musala Al Amin ada 34 orang, Musala Nurussalam ada 27 orang, Musala Al Hikmat ada 25 orang, Musala Nurul Iman 35 ada orang, Musala Nurul Huda ada 80 orang, Musala Al Falah 60 orang, Musala Al Fatah 42 orang, TPQ Al Hidayah 8 orang, Lapangan Badminton 16 orang. Terakhir titik pengungsian ada di Tegaldowo. Di Masjid Jami Tegaldowo berjumlah 285 orang.

“Dapur umum dan sejumlah logistik sudah dikirim kesana untuk membantu warga Pekalongan yang mengungsi,” katanya, Selasa (29/1/2019).

Dijelaskan, saat ini para pengungsi membutuhkan fasilitas dapur umum mandiri, perlengkapan bayi, selimut, air mineral, makanan siap saji hingga obat gosok macam minyak kayu putih.

“Banjir dinbeberapa titik kini mulai berangsur surut. Warga ada yang pulang ke rumah. Cuaca sampai dengan saat ini di Pekalongan masih tertutup mendung,” ungkapnya.

Selain di Kabupaten Pekalongan, sejumlah wilayah di Kabupaten Batang juga digenangi banjir. Terhitung ada sekitar 1.709 warga mengungsi akibat banjir.

Di Kabupaten Kendal terdapat delapan kecamatan terdampak banjir. Antara lain Kecamatan Kota Kendal, Kecamatan Patebon, Kecamatan Cepiring, Kecamatan Kangkung, Kecamatan Weleri, Kecamatan Ngampel dan Kecamatan Rowosari.

Banjir juga menggenangi tiga desa di Kabupaten Pati. “Saat ini sudah menerjunkan personel untuk membantu Dinas Kesehatan dan TNI atau Polri dalam mengevakuasi korban banjir,” tandasnya. (*)

editor : ricky fitriyanto

Ajie MH.