in

Pemkot Semarang Didorong Beri Diskon Pajak Bagi Pemilik Bangunan Cagar Budaya

SEMARANG (jatengtoday.com) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mendorong pemerintah daerah memberi diskon pajak besar-besaran kepada para pemilik bangunan cagar budaya. Termasuk Pemkot Semarang yang memiliki kawasan cagar budaya nasional cukup luas.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Kemendikbud RI Junus Satrio Atmodjo saat mengisi Seminar ‘Cagar Budaya’ pada Festival Kota Lama di Gedung Marabunta, Selasa (17/9/2019).

Menurutnya, potongan pajak itu penting diberlakukan agar pemilik bangunan cagar budaya semakin teguh untuk tetap mempertahankan dan merawat bangunan miliknya.

“Kalau tidak, nanti masyarakat hanya melihat bahwa pajak tanahnya mahal, lalu bangunannya dirobohin. Terus bangun hotel baru, bangunan baru. Ini kan malah repot,” jelas Junus.

Hak potongan pajak tersebut sebenarnya juga sudah dituangkan dalam undang-undang. Meskipun kebijakan tersebut tidak bersifat wajib, melainkan hanya sebatas anjuran.

Dia mencontohkan keringanan pajak yang didapat oleh Hotel Majapahit di Surabaya. Hotel tersebut merupakan tempat berlangsungnya perobekan bendera Belanda menjadi merah putih.

“Sekarang jadi hotel. Karena kita tetapkan sebagai cagar budaya nasional, pemerintah setempat hanya membebani pajak 50 persen. Kan untung banget,” bebernya.

Sementara di Kota Semarang, kata Junus, belum memberlakukan hal itu. “Ini yang kami dorong. Berilah diskon,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, status kepemilikan bangunan cagar budaya bisa fleksibel. Artinya, sah untuk diperjualbelikan, selagi pemiliknya tidak merobohkan dan mengubah bentuk bangunan tersebut.

“Maka yang harus dipikirkan adalah bagaimana pemerintah bersama komunitas dan masyarakat untuk mempertahankan identitas suatu kawasan.

Karena itu, kata Junus, sebenarnya hal yang paling mendasar dalam pengelolaan kawasan cagar budaya adalah mapping sejarah dan potensi kota.

“Kalau itu sudah, maka kita akan melihat potensi-potensi apa yang ada. Setelah itu, baru kita pikirkan bagaimana agar potensi itu bisa lebih baik, masyarakatnya bisa lebih maju, tanpa menghilangkan identitasnya,” tandasnya.

Di Kota Semarang terdapat empat kawasan yang telah ditetapkan sebagai warisan Cagar Budaya Nasional oleh Kemendikbud. Yakni, Kota Lama Semarang, Kampung Melayu, Kampung Arab, dan Pecinan.

Pantauan di lokasi, untuk bangunan cagar budaya di kawasan Kota Lama, pengelolaannya sudah cukup baik. Apalagi saat ini pemerintah memang sedang fokus melakukan upaya revitalisasi.

Namun, kondisi tersebut tidak terlihat di tiga kawasan lainnya, yang justru banyak bangunan yang kurang terawat atau sudah sedemikian rupa bentuk bangunannya.

Rencananya, Pemkot Semarang baru akan mulai merevitalisasi tiga kawasan tersebut pada 2021 mendatang. (*)

editor : ricky fitriyanto

Baihaqi Annizar