in

Para Seniman Meriahkan Lomba Lukis Becak di Kota Lama

SEMARANG (jatengtoday.com) – Berbagai komunitas pelukis Kota Semarang dan sekitarnya memeriahkan Lomba Lukis Becak yang diselenggarakan jatengtoday.com di Kota Lama Semarang, Sabtu (14/9/2019).

Event yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun kedua jatengtoday.com tersebut diikuti 25 tim.

Lomba Lukis Becak digelar memperingati HUT ke 2 jatengtoday.com. (abdul mughis/jatengtoday.com).

Di antaranya Komunitas Seni Rupa Grobogan, Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Semarangan, Komunitas Walang Kekek, Santuy Art Community, Woman Painter Community, Omah Sketsa Universitas PGRI Semarang, Teater Beta UIN Walisongo Semarang, dan Kuass SMAN 2 Semarang.

Salah satu peserta lomba, Ratri Cipto Hening dari Komunitas Woman Painter Community (Wopanco) mengaku senang bisa turut berpartisipasi.

“Seru banget. Bagi kali ini pertama kali menjadikan becak menjadi media lukis. Ngerasain banget susahnya (tukang becak). Kami bersama teman-teman ngerjain (lukisan) ini lebih kompak. Banyak pelajaran dari sini,” ungkapnya di sela-sela melukis becak.

Dia berharap agar sering diadakan event seperti ini di Kota Lama. “Komunitas-komunitas seni di Kota Semarang membutuhkan media seperti ini. Tujuannya agar para seniman bisa berkumpul. Komunitas pelukis perempuan seperti kami juga membutuhkan media untuk berekspresi. Kegiatan seperti ini bisa menjadi wadahnya,” katanya.

Peserta lain, Fajar Wahyu Hartanto, dari Paguyuban Seniman Banyumanik menyampaikan hal senada. “Baru kali ini ikut. Kami sangat terkesan dengan acara ini. Lomba kali ini, kami membawakan tema nusantara yang warna-warni,,” ungkap dia.

Sementara Suwito, dari Komunitas Pelukis “The Brotos” Semarang mengatakan bahwa ia sudah dua kali mengikuti lomba melukis becak di lokasi tersebut. “Tahun ini becaknya lebih bagus dari tahun lalu. Hanya saja becak sekarang ini tanpa tebeng, sehingga kesulitan mencari tempat lukisnya,” katanya.

Dia bersama timnya mengusung konsep lukisan gedung-gedung khas Kota Lama. “Kemudian kami tambah tulisan stiker berisi geguritan Jawa. Tujuan geguritan Jawa ini kami tempel di becak agar memantik dialog antara turis yang nantinya menaiki becak dengan tukang becaknya,” katanya.

Direktur jatengtoday.com, Agus Suryo Winarto mengatakan lomba lukis becak tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan para tukang becak di Kawasan Kota Lama. “Pengetahuannya ditingkatkan, termasuk income-nya. Sehingga kesejahteraan para tukang becak ini bisa meningkat. Kemudian kami berikan pengetahuan ilmu mengenai guide pariwisata atau lokal tour guide. Sehingga para tukang becak ini agar bisa menjadi duta wisata,” katanya.

Dikatakannya, para tukang becak tersebut telah lama mencari nafkah di kawasan Kota Lama sejak puluhan tahun silam. Menyusul program penataan kawasan Kota Lama tidak serta merta “mengusir” begitu saja. “Penampilan tukang becaknya harus diperbaiki. Setelah didandani, pendapatan juga harus meningkat. Karena becak ini juga menjadi ikon. Ke depan, becak ini bisa menjadi transportasi yang menghubungkan kawasan Kota Lama dengan kawasan Pecinan. Sehingga ada pertukaran pengunjung antara Kota Lama dan Pasar Semawis di Pecinan,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata Agus, tugas dan tanggung jawab pemilik bangunan cagar budaya, sesuai dengan Undang-Undang Cagar Budaya bahwa pengelolaan bangunan tersebut agar memiliki fungsi sosial. “Ini salah satu amanat UU Cagar Budaya yang telah kami kerjakan selama lima tahun terakhir berturut-turut. Pemilik bangunan cagar budaya yang lain agar bisa meniru, menjadi sebuah epidemi dalam arti positif,” tuturnya.

Menurut dia, ada 140 bangunan cagar budaya. Bisa dibayangkan apabila masing-masing pemilik bangunan cagar budaya rela mewakafkan satu hari saja dalam setahun, gedung tersebut untuk kegiatan komunitas budaya secara gratis. Maka Kota Lama akan memiliki 140 kegiatan setiap tahun. (*)

editor : ricky fitriyanto

Abdul Mughis