in

Pameran ‘Pesona Jagat Rupa’ Sulap Grand Candi Hotel Jadi Galeri Hidup

Sekretaris Disbudpar Kota Semarang, Samsul Bahri (kiri) mendengar penjelasan karya yang dipamerkan di Grand Candi Hotel Semarang, Selasa (21/4/2026). (baihaqi/jatengtoday.com)
Sekretaris Disbudpar Kota Semarang, Samsul Bahri (kiri) mendengar penjelasan karya yang dipamerkan di Grand Candi Hotel Semarang, Selasa (21/4/2026). (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pameran lukisan “Pesona Jagat Rupa” resmi dibuka di Grand Candi Hotel Semarang, Selasa (21/4/2026). Begitu masuk lobi, pengunjung langsung disuguhi deretan karya realis yang bikin suasana hotel terasa beda.

Total ada sekitar 30 lukisan yang dipajang. Menariknya, karya-karya itu nggak cuma di satu titik, tapi tersebar dari lobi sampai area restoran.

Nama-nama seniman yang terlibat juga nggak main-main. Ada Kok Poo, Ping Jiang, Tulono, Totok Tri, sampai B. Suteja.

Pameran ini terbuka untuk umum hingga 24 Mei 2026. Jadi masyarakat masih punya waktu buat mampir, sekadar lihat-lihat atau menikmati suasana seni yang lebih santai.

Bukan cuma pameran, pengunjung juga bisa ikut merasakan pengalaman seni langsung. Konsepnya memang dibuat biar seni nggak terasa jauh dari publik.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Grand Candi Hotel Semarang dengan Jagat Rupa Nusantara.

Marcom & Brand Manager Grand Candi, Azkar Rizal Muhammad, bilang kolaborasi ini jadi bagian dari komitmen hotel mendukung ekosistem seni.

“Melalui Pesona Jagat Rupa, kami ingin menegaskan identitas Grand Candi Hotel sebagai art & gallery hotel. Sekaligus menghadirkan ruang yang hidup bagi para seniman dan pecinta seni untuk berkarya dan berekspresi,” ujarnya.

Dia menambahkan, program ini juga jadi bagian dari kampanye Artmosphere. “Ini semacam wadah bertemunya kreativitas, kolaborasi, dan apresiasi seni. Bisa dibilang ini ‘surat cinta’ kami untuk dunia seni,” tambahnya.

Selain pameran, rangkaian kegiatan juga diisi workshop melukis syal pada 26 April, workshop keramik 10 Mei, hingga lomba mewarnai anak pada 24 Mei. Ada juga sketch corner tiap akhir pekan.

Di momen pembukaan, digelar juga lelang lukisan. Hasilnya akan disalurkan untuk membantu pemulihan pascabencana Maluku Utara lewat Badan Zakat Nasional.

Founder Jagat Rupa Nusantara, Natalie Suhendrik, menegaskan seni punya peran lebih dari sekadar estetika. “Kami percaya seni punya kekuatan untuk memberi harapan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Disbudpar Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar, mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam kegiatan ini.

“Kami sangat support kegiatan seperti ini. Ini bentuk dukungan karena pemerintah memang tidak bisa sendiri, perlu kolaborasi dengan teman-teman seni,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut. “Kami sangat-sangat terima kasih. Harapan kami ke depan kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tapi terus berlanjut,” sarannya. *