in

Normalisasi Sungai Beringin, 400 Bidang Lahan Belum Dibebaskan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sebanyak 400 bidang lahan warga yang terkena dampak proyek normalisasi sungai Beringin Semarang hingga saat ini belum dibebaskan. Pembebasan lahan tahap pertama sebetulnya telah berlangsung cukup lama, yakni sejak 2003-2020.

Kepala UPTD Perbekalan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Tunggul Habsoro Adhi mengatakan, ada sekitar 18,27 hektare lahan yang harus dibebaskan untuk normalisasi Sungai Beringin.

“Yang sudah dibebaskan seluas 10 hektare. Saat ini masih menyisakan sebanyak 400 bidang lahan yang belum dibebaskan,” katanya, Selasa (8/6/2021).

Dia berdalih, pembebasan lahan hingga sekarang belum selesai karena sempat ada perubahan atau review Detail Engineering Design (DED) untuk proyek normalisasi Sungai Beringin.

“DED sebelumnya tidak melewati batas dari jembatan. Lalu ada perubahan DED menjadi melintasi jembatan di Jalan Nasional atau Pantura wilayah Mangkang. Sehingga ada penambahan pembebasan lahan,” katanya.

Dikatakannya, pembebasan lahan tahap pertama telah dimulai oleh DPU sejak tahun 2003- 2020 lalu. “Yakni terdiri dari lahan persawahan dan rumah warga serta hutan bakau. Sisa lahan saat ini dalam proses. Awal Juli 2021 mendatang baru penetapan lokasi,” katanya.

BACA JUGA: Normalisasi Sungai Beringin Dibiayai Pusat, Habiskan Rp 230 Miliar

Untuk pembebasan lahan tahap dua ini, lanjut dia, Pemkot Semarang menyiapkan anggaran Rp 82 miliar untuk pembebasan lahan seluas kurang lebih delapan hektare. “Pengerjaan normalisasi Sungai Beringin ini dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, dimulai dari lahan yang sudah dibebaskan,” terangnya.

Proses pengerjaan, lanjut dia, sudah dimulai dari Muara Laut. Ditargetkan tahun ini proses pembebasan 400 bidang lahan ini rampung. “Dalam sosialisasi minggu lalu, warga sudah setuju dan tidak ada penolakan,” katanya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto