in

Libur Imlek, Parkir Liar di Kawasan Sam Poo Kong Bermunculan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Dari tahun ke tahun, penanganan parkir di Kota Semarang belum juga tuntas. Banyaknya parkir liar dan penarikan tarif yang melangit seakan masih menjadi pemandangan lumrah.

Beberapa tempat yang menjadi pusat mobilisasi masyarakat dijadikan lahan empuk untuk mengeruk keuntungan dari retribusi parkir. Termasuk tempat wisata seperti Klenteng Sam Poo Kong.

Di hari libur Perayaan Hari Raya Imlek, Minggu (26/1/2020) banyak tempat dan juru parkir (jukir) yang mendadak muncul di kawasan klenteng.

Di sisi kanan area Sam Poo Kong, tepatnya di Jalan Taman Gedung Batu Raya, parkir liar bahkan sampai memakan badan jalan.

Begitu pula di gang kecil sebelah kanan kelenteng atau Jalan Satria Utara 2. Di area sebelum pintu masuk kelenteng ada banyak jukir tanpa seragam yang mengarahkan wisatawan untuk memarkirkan kendaraannya di luar kelenteng.

“Di dalam penuh, susah buat parkir. Sana aja (sambil menunjuk area kanan klenteng),” ucap mereka bersahut-sahutan dan berulang.

Baca juga: Tarif Parkir di Kota Semarang Meroket, Ada yang Sampai Rp 80 Ribu

Di lokasi yang ditunjuk tersebut hanya ada kendaraan roda dua dan empat saja yang parkir karena bus besar tidak muat. Tarifnya untuk motor Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000. Bahkan menurut informasi, di hari sebelumnya tarifnya dua kali lipat dari itu.

“Suruh bayar Rp 5.000 tadi,” ucap Iskandar, salah satu wisatawan saat ditanya. Kata dia, pembayaran diminta di awal dan tidak diberi karcis apapun. Kebetulan ia juga tidak meminta.

Pernyataan serupa juga diungkapkan Nardi, warga Salatiga yang datang bersama rekannya. Ia mengaku sempat meminta karcis tetapi tidak diberi.

Baca juga: Parkir Liar Menjamur, PAD Kota Semarang Bocor hingga Milyaran

Saat dicoba dikonfirmasi, salah satu juru parkir di tempat tersebut mengakuinya. Termasuk mengaku tidak mempunyai karcis parkir sebagaimana ditentukan pemerintah. Ia juga tidak memiliki kartu parkir ataupun rompi parkir.

“Ini parkir warga kok, mas. Nggak ada karcisnya. Tapi aman, kami stay di sini sampai malam,” ucapnya meyakinkan.

Berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, tarif kendaraan bermotor roda dua dan tiga sebesar Rp 2.000, roda empat Rp 3.000, dan roda enam atau lebih Rp 15.000.

Tarif parkir insidentil (pada acara-acara tertentu) dikenakan tarif dua kali lipat dari biasanya. Kelipatan tarif dibuktikan dengan karcis parkir resmi yang dikeluarkan pemerintah setempat. (*)

 

editor : ricky fitriyanto