in

LBH Semarang: Kondisi Jawa Tengah sedang Tidak Baik-Baik Saja

LBH berkolaborasi dengan media menerbitkan buku “Hitam Pekat Hidup Warga Jawa Tengah”.

LBH Semarang menggelar launching kompilasi liputan media di Jawa Tengah. (istimewa)
LBH Semarang menggelar launching kompilasi liputan media di Jawa Tengah. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang merangkum kompilasi pemberitaan berbagai media untuk menggambarkan kondisi Jawa Tengah yang sedang tidak baik-baik saja.

Lembaga tersebut berkolaborasi dengan media menerbitkan buku “Hitam Pekat Hidup Warga Jawa Tengah”.

Dalam kompilasi itu, ada liputan investigasi yang menyajikan data terkait polemik revitalisasi Danau Rawa Pening yang saat ini warganya berhadapan penyerobotan lahan atas dasar pembangunan.

Revitalisasi danau melibatkan unsur TNI. Rencana tersebut diimbangi dengan banyaknya manipulasi data di lapangan terkait kepemilikan lahan, pemetaan yang tak partisipatif, bahkan peta yang tak berdasar.

“Revitalisasi Rawa Pening akan merampas ruang hidup warga. Warga terancam kehilahan hak atas tanah dan hak atas pekerjaan,” ujar perwakilan LBH Semarang, Fajar Muhammad Andhika, Selasa (19/12/2023).

Selain itu, LBH Semarang merangkum berbagai isu. Mulai dari proses relokasi industri ke Jawa Tengah yang membawa segala infrastruktur dengan dalih pemulihan ekonomi rakyat justru semakin menyengsarakan masyarakat.

Terdapat pula liputan dampak pencemaran PT RUM Sukoharjo yang saat ini sedang berjuang di proses class action. Kemudian isu pertambangan di Pati dan Lereng Merapi yang masif dan sayangnya negara abai.

Kemudian isu proyek infrastruktur di kantong-kantong kawasan industri, contohnya Kota Semarang dan Kendal dengan adanya perluasan industri yang akan menggusur kawasan mangrove di pesisir. Termasuk bagaimana proyek tanggul laut Semarang Demak yang menambah beban rob daerah di luar kurva.

Maraknya isu pembangkit listrik energi terbarukan juga masif di Jawa Tengah. Sayangnya, kampanye hijau tersebut membawa dampak penyerobotan lahan dan minimnya partisipasi warga. Akibatnya rencana pembangkit rendah karbon justru tinggi korban.

“Kompilasi dari semua liputan ini kami rangkum dalam buku Hitam Pekat Hidup Warga Jawa Tengah” untuk menggambarkan kepada publik bahwa Jawa Tengah tidak sedang baik-baik saja,” jelas Andhika. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar