in

Ketua PPNI Jateng Anggap Gerakan Jateng di Rumah Saja Penanganan di Sektor Hulu

SEMARANG (jatengtoday.com) – Anggota Komisi IX DPR RI Edi Wuryanto mengapresiasi gerakan Jateng di Rumah saja yang melarang masyarakat keluar rumah pada hari Sabtu dan Minggu besok.

Edi yang juga Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jateng ini menilai gerakan Jateng di Rumah Saja merupakan upaya penanganan di sektor hulu.

Baca: PPKM Belum Kelar, Warga Jateng Bakal Dilarang Keluar Rumah Setiap Sabtu dan Minggu

“Selama ini kita fokus pada sektor hilir terus, padahal hilir tidak akan selesai kalau hulu tidak diperbaiki,” jelasnya, Rabu (3/2/2021).

Baca: Tolak Jateng di Rumah Saja, Asosiasi Pedagang Pasar Tetap Akan Jualan

Edi menilai, perilaku masyarakat saat ini masih abai terhadap protokol kesehatan. Masih banyak masyarakat yang keluar rumah untuk kegiatan yang tidak perlu atau prioritas.

“Kalau keluar rumah untuk kerja atau kepentingan yang prioritas, itu wajar. Tapi kalau keluar sekedar nongkrong, ngobrol, ngopi atau wisata saya rasa bisa ditunda dulu agar kurva peningkatan Covid-19 bisa ditekan,” tegasnya.

Baca: Gerakan Jateng di Rumah Saja, Ganjar Perintahkan Wisata dan Pasar Tutup

Gerakan Jateng di Rumah Saja, lanjutnya, merupakan upaya untuk mengajak masyarakat tetap di rumah saja. Sejumlah sektor yang biasanya menimbulkan kerumunan ditutup. Otomatis physical distancing benar-benar dilakukan.

Baca: Dewan: Jateng di Rumah Saja untuk Siapa?

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak seluruh masyarakat Jateng untuk tetap di rumah selama dua hari, Sabtu dan Minggu.

Gerakan Jateng di Rumah Saja telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Gubernur nomor 443.5/0001933 tentang peningkatan kedisiplinan dan pengetatan protokol kesehatan pada PPKM jilid II.

Baca: Bambang Krebo: Program Jateng di Rumah Saja Tak Efektif Jika Tanpa Sanksi

Masyarakat dilarang keluar rumah kecuali mereka yang bergerak di sektor esensial dikecualikan dalam kebijakan itu. (*)

 

editor: ricky fitriyanto