in

Kasus Suap Jabatan, Stafsus Bupati Kudus Agoes Soeranto Dituntut 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 250 Juta

SEMARANG (jatengtoday.com) — Staf Khusus Bupati Kudus nonaktif HM Tamzil, Agoes Soeranto yang didakwa turut terlibat dalam kasus jual beli jabatan menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (10/2/2020).

Jaksa Penuntut Umum KPK, Joko Hermawan menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama.

Yakni, melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp 250 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan,” tegas Joko.

Dia juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 50 juta. Namun karena sebagian sudah dikembalikan, maka tinggal membayar Rp 35 juta, subsider 1 bulan kurungan.

Dalam pertimbangannya, jaksa menganggap perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Terdakwa sebelumnya juga sudah pernah dihukum selama 1,6 tahun.

Adapun hal-hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya.

Berdasarkan fakta-fakta persidangan, terdakwa Agoes menjadi perantara suap antara Akhmad Shofian, Uka Wisnu Sejati, dan Bupati Kudus HM Tamzil. Dari Rp 750 juta, terdakwa turut menikmati Rp 50 juta.

Baca juga: Ini Peran Agus Kroto dalam Kasus Jual Beli Jabatan di Pemkab Kudus

Suap untuk menaikkan jabatan Akhmad Shofian dan istrinya tersebut diberikan dalam 3 tahap. Masing-masing nominalnya Rp 250 juta.

Untuk diketahui, Agoes ini merupakan orang kepercayaan Bupati Kudus. Keduanya sudah saling mengenal sejak sama-sama aktif di Pemprov Jateng. Mereka juga sempat kompak menjadi terdakwa korupsi dan menjalani kurungan di Lapas Kedungpane Semarang pada tahun 2016.

Meski eks napi korupsi, HM Tamzil terpilih menjadi Bupati Kudus pada Pilkada 2018 lalu. Bersamaan dengan itu, Tamzil mengangkat Agus Kroto sebagai staf khususnya, meskipun sebenarnya tidak ada landasan yang jelas mengenai pengangkatan ini. (*)

Baca juga: Stafsus Bupati Kudus Agus Kroto Dimarahi Hakim Tipikor Gara-gara Tidur Saat Sidang

 

editor: ricky fitriyanto

Baihaqi Annizar