in

Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, PTM Perlu Evaluasi Rutin

Evaluasi mingguan atau harian perlu dilaksanakan supaya institusi pendidikan tidak menjadi kluster penyebaran Covid-19

SMAN 10 Semarang ikut menggelar PTM 100 persen, tapi membagi jam sekolah siswa untuk menjaga kelas tetap terisi setengah dari kapasitas. (istimewa)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Kasus harian Covid-19 kembali meningkat. Saat ini, angkanya sudah tembus 1.000 kasus.

Dari data Satgas Covid-19, pada Rabu (19/1/2022) kemarin kasus Covid-19 mengalami penambahan 1.745 orang dengan kasus baru terbanyak dari DKI Jakarta dengan 1.012 kasus.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi X DPR RI, AS Sukawijaya atau yang akrab disapa Yoyok Sukawi meminta Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah perlu dievaluasi secara rutin.

Baca Juga: PTM 100 Persen di Solo Mulai Februari, Gibran: Ada yang Positif, Langsung Tutup!

Menurutnya, banyak daerah yang nekat menggelar PTM 100 persen meski kasus penyebaran covid varian omicron terjadi di Indonesia.

“Pemerintah dalam hal ini kementerian atau dinas pendidikan harus mengantisipasi sejak dini bahaya penyebaran Covid-19 di lingkup sekolah atau perguruan tinggi,” ucapnya, Kamis (20/1/2022).

“Evaluasi mingguan atau harian perlu dilaksanakan supaya institusi pendidikan tidak menjadi kluster penyebaran Covid-19,” imbuh legislator dari Partai Demokrat ini.

Dia mengakui, pendidikan jangan sampai terganggu dengan pandemi Covid-19. Tapi jangan sampai membahayakan.

“Sekolah atau kampus harus tegas kalau memang ada siswa atau mahasiswanya sedang tidak enak badan untuk dianjurkan tidak usah datang ke sekolah atau kampus,” jelasnya.

Dia berharap, protokol kesehatan harus ditegakkan di sekolah walaupun saat ini sebagian masyarakat sudah divaksin.

“Prokes juga jangan abai walaupun komponen di sekolah sudah vaksin. Ayo tertib semua supaya PTM tidak jadi kluster baru omicron yang saat ini kita waspadai,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.