in

Homestay di Karimunjawa Tumbuh Pesat, Belum Ada Aturan Pembatasan

JEPARA (jatengtoday.com) – Pertumbuhan homestay di Karimunjawa tergolong pesat. Dari catatan Paguyuban Karimun Asri, saat ini, sudah ada 78 homestay di Kelurahan Karimun. Sementara pada 2018 lalu, baru 58 homestay.

Kepala Desa Karimun, Arif Rahman menuturkan, pertumbuhan homestay sangat dipengaruhi kunjungan wisatawan. Baik wisatawan nusantara (wisnus) atau wisatawan mancanegara (wisman).

Diakui, pihaknya belum memberlakukan izin khusus bagi penyedia homestay. Artinya, ada kekhawatiran, pertumbuhan homestay bisa tak terkendali. “Sekarang wisatawan terus bertambah. Sampai yang dari Jepara menambah jadwal penyeberangan,” tuturnya, Selasa (25/2/2020).

Pemkab Jepara, lanjutnya, sudah mengontrol jumlah hotel di Karimunjawa. Langkah ini, menurut Arif sangat menguntungkan warga setempat yang punya homestay.

“Jadi homestay tetap penuh. Biasanya pas ada Festival Karimunjawa, sampai penuh semua. Ada rumah yang jadi homestay dadakan,” bebernya.

Meski permintaan tinggi, harga kamar tidak berubah. Mulai Rp 250 ribu untuk yang AC, dan Rp 100 ribu yang non AC. “Mau ramai atau tidak, harga tetap sama,” cetusnya.

Bisnis homestay di Karimunjawa memang menggiurkan. Dikatakan Arif, sekitar 10 persen homestay di Karimunjawa dikuasai investor dari luar Karimunjawa. “Bangunannya milik warga. Tapi pengelolaannya dari orang luar. Orang sini mengontrakkan rumahnya berapa tahun, untuk dikelola investor jadi homestay,” tegasnya. (*)

editor: ricky fitriyanto