in

Helat Konferensi Virtual Internasional 21 Negara, UIN Walisongo Sabet Rekor MURI

SEMARANG (jatengtoday.com) – Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggara Konferensi Secara Virtual Lintas Negara Terbanyak”.

Acara Virtual International Conference 2020 Education in The Era of Post Covid-19 Pandemic yang diikuti oleh 21 negara tersebut berlangsung mulai Rabu (23/9/2020) hingga Jumat (25/9/2020).

“Kami mengamati langsung, ada 31 presenter dari luar negeri dan 44 presenter Indonesia dari 17 universitas. Jumlah keseluruhan ada 21 negara yang terlibat aktif,” ungkap Senior Manager MURI, Sri Widayati, usai penyerahan piagam penghargaan kepada Rektor dan Dekan FITK, di Gedung ICT Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Jumat (25/9/2020).

Tim MURI menilai UIN Walisongo dan FITK dengan sah menerima penghargaan rekor “Konferensi Secara Virtual Lintas Negara Terbanyak”. “Ini melebihi target, karena semula yang diajukan 18 menjadi 21 negara. Ini capaian rekor konferensi virtual internasional terbanyak,” ungkapnya.

Di tengah pandemi global yang cukup melelahkan ini, lanjut dia, UIN Walisongo menunjukkan eksistensi untuk tetap produktif dalam ranah pendidikan di era post-pandemi Covid-19. Berbagai peserta yang berpartisipasi dalam konferensi ini di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Portugal, Nepal, Mesir, Uni Emirat Arab, Irak, Suriah, Pakistan, Kuwait, Aljazair, Nigeria, Palestina, India, Iran, Bangladesh, Oman, Qatar, Filipina dan Thailand.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Dr Hj Lift Anis Ma’shumah MAg mengatakan, capaian yang ditorehkan universitas dan fakultas ini tidak terlepas dari peran serta dan dukungan segenap Pimpinan UIN Walisongo, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan tim Share to Care Volunteers.

“Rekor ini menjadi penyemangat baru untuk menuju universitas riset dunia,” tegas Lift.

Melalui kegiatan tersebut, menginspirasi banyak ide dan gagasan aktual tentang pendidikan di tengah pandemi. Banyak pakar lintas negara memberikan berbagai ilmu pengetahuan dan cara pandang menarik dalam konferensi ini.

“Dunia memang sedang mengalami kondisi normal baru. Tidak berarti berhenti untuk tetap melahirkan inovasi-inovasi baru di dunia pendidikan. Sebagai fakultas yang fokus dalam pendidikan, FITK sudah selayaknya selalu hadir dan berkontribusi dalam melahirkan ide dan solusi terbaik dunia pendidikan,” katanya.

Rektor UIN Walisongo Prof Dr H Imam Taufiq Mag mengatakan momen ini sebagai upaya kontribusi perkembangan pendidikan di dunia. Apalagi pandemi Covid-19 memerlukan adaptasi baru.

“Perlu platform baru, normal baru, bahkan perlu sistem baru. Semua kampus bahkan harus menyesuaikan diri. Kami mengambil inisiasi dalam konteks dunia pendidikan Islam bisa memberikan makna di tengah problematika pandemi Covid-19 yang beragam ini,” katanya.

Istilah “New Normal” harus dirumuskan bersama-sama. Dengan melibatkan sebanyak 21 negara tersebut, menurut dia, akan memberikan cara pandang yang lebih komprehensif. “Sehingga bisa memperoleh kesimpulan yang lebih relevan di tengah kondisi saat ini,” terangnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto