in

Hasil Kongres Perempuan Jateng akan Diangkat ke Nasional

SEMARANG (jatengtoday.com) – Angka kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan di Jateng yang masih tinggi membuat sejumlah pihak berpikir keras. Untuk menyatukan visi dan misi dalam mengatasi persoalan itu, Pemprov Jateng menggandeng berbagai pihak pemerhati perempuan untuk menggelar kongres perempuan pertama di Jateng.

Kongres yang digelar di UTC Semarang selama dua hari, Senin-Selasa (25-26/11/2019) ini dihadiri 750 peserta. Peserta berasal dari instansi pemerintah lintas sektor, tim penggerak PKK, organisasi-organisasi perempuan dan anak, serta komunitas pemerhati perempuan dan anak seluruh Jateng.

Kongres perempuan pertama di Jateng tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga. Bintang menegaskan, hasil kongres perempuan di Jateng akan menjadi acuan dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia.

“Penurunan angka kekerasan pada perempuan dan anak memang harus dikeroyok bersama. Saya senang, karena Jateng menggelar kongres perempuan ini sebagai langkah mencari solusi. Saya berharap, hasil kongres ini tidak hanya untuk pemberdayaan perempuan di Jateng, tapi akan kami jadikan acuan dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia,” jelasnya saat pembukaan, Senin (25/11/2019).

Bintang menambahkan, dalam indeks pembangunan perempuan dan anak, nilainya terus mengalami peningkatan. Artinya, berbagai persoalan perempuan dan anak sudah tertangani dengan baik.

“Tapi masih banyak hal yang harus diselesaikan. Maka saya apresiasi setinggi-tingginya pada Pemprov Jateng yang menggelar kongres ini sebagai langkah serius dalam mengatasi kekerasan dan diskrimasi perempuan dan anak,” tegasnya.

Dari kongres ini, diharapkan bisa melahirkan formula-formula untuk memberdayakan perempuan. Mulai dari kekerasan, pelecehan seksual, hingga pernikahan anak. (kom)

editor : ricky fitriyanto