in

Perempuan Masih Dianggap Sebelah Mata, Ini Komentar Ketua TP PKK Jateng

SEMARANG (jatengtoday.com) – Emansipasi wanita belum diimplementasikan sepenuhnya. Kaum Hawa masih dianggap sebelah mata. Ketua Tim Penggerak PKK Jateng, Siti Atikoh memandang, biasanya, upah pekerja perempuan lebih rendah dari laki-laki.

Bahkan, lanjutnya, masih ada orang tua yang mengesampingkan perempuan dari sisi hak mendapatkan pendidikan. “Ada keluarga yang pas-pasan, punya anak dua atau tiga. Meski anak yang perempuan mungkin lebih pintar, tapi yang dikasih kesempatan meneruskan sekolah anak laki-laki,” ucapnya saat Kongres Perempuan Jateng yang digelar di UTC Semarang, Senin (25/11/2019).

Selain itu, perempuan masih dianggap mempunyai tanggung jawab mengurus rumah yang tinggi. Seolah-olah laki-laki tidak punya kewajiban mengurus rumah. Seperti menyapu, ngepel, cuci pakaian, dan lain sebagainya.

Atikoh bercerita, pernah mengunggah video saat suaminya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyetrika baju. “Tapi apa yang terjadi? Ternyata banyak orang yang menganggap itu kesalahan saya, mengapa istrinya tidak menyetrikakan,” terangnya.

Ibu satu anak itu berpendapat, perempuan khususnya di Jawa Tengah, mesti berdaya. Sebab, ketika perempuan tak berdaya, misalnya ketergantungan ekonomi maupun proteksi dari suami dan lingkungan laki-laki, berpotensi menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Karena itu, dia berharap, Kongres Perempuan Jateng yang baru kali pertama digelar ini bisa merumuskan aspirasi permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah di Jateng.

“Makanya mengangkat tema Perempuan Berdaya, berdaya dari sisi ekonomi, berdaya dari sisi pendidikan, berdaya dari sisi diri sendiri. Perempuan harus punya bargaining position,” tegasnya. (kom)

editor : ricky fitriyanto