in

Gunung Merapi Erupsi, Pemprov Bagi 8 Ribu Masker di Boyolali

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemprov Jateng bagi-bagi 8 ribu masker ke lima desa di Kabupaten Boyolali yang terdampak erupsi Gunung Merapi. Empat desa di Kecamatan Tamansari dan satu desa di Kecamatan Selo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan, dari tiga kabupaten yang terdampak, Boyolali paling parah. Sementara Klaten dan Magelang masih terkendali.

“Yang di Boyolali sudah dilakukan pembagian masker, karena cukup tebal abunya. Kebutuhan masker yang paling utama dan sudah dibagikan ke lima desa ada delapan ribu masker,” ujarnya, Selasa (3/3/2020).

Meski kondisi warga dipastikan aman, dia tetap menginstruksikan BPBD, SAR dan seluruh lapisan pemerintah untuk standby. Dikatakan, sampai saat ini dirinya terus memantau perkembangan erupsi Gunung Merapi.

Dia mengatakan saat ini seluruh anggota BPBD standby, ditambah seluruh perangkat desa, SAR, TNI dan Polri. Dia mengimbau agar masyarakat mengikuti instruksi dari pemerintah. Terlebih seluruh warga desa di sekitar Merapi telah terlatih untuk menghadapi segala situasi jika terjadi erupsi.

“Ikuti saja karena ketentuan yang ada di sekitar Merapi, masyarakat sudah punya pengalaman. Sekarang tinggal menunggu aba-aba dari pemerintah untuk mereka siaga,” ucapnya.

Sementara untuk pemerintah daerah yang terdampak, dia juga menginstruksikan segera melakukan indentifikasi wilayah mana saja yang terdampak. Koordinasi dengan seluruh lapisan, terutama dengan tim kesehatan dan penyelamatan.

Gunung Merapi erupsi pada 3 Maret 2020 pukul 05.22 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik. Tinggi kolom erupsi ± 6.000 meter dari puncak dan awanpanas guguran ke arah hulu sungai Gendol dengan jarak maksimal 2 km dan arah angin saat erupsi bertiup ke Utara. (*)

 

editor: ricky fitriyanto