in ,

Gunakan Teknologi, Petani Menyulap Singkong Menjadi Beras

SEMARANG – Sejumlah kelompok tani di Kota Semarang menjadi pilot project penerapan teknologi pertanian. Mereka memanfaatkan teknologi untuk mengolah singkong menjadi beras. Ini menjadi inovasi industri agrikultur yang merupakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam bidang pertanian.

“Kami memberikan pendampingan terhadap para petani singkong di Kota Semarang untuk memproduksi beras dari singkong. Ini menjadi salah satu inovasi pengolahan hasil pertanian di Semarang,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (1/11/2017).

Dikatakanya, beras hasil olahan dari singkong itu disebut beras analog. Hasilnya, kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, beras tersebut hampir tidak ada bedanya dengan beras biasa. “Beras analog ini rasanya juga sama, ini inovasi dari Singkong diolah menjadi beras,” kata Hendi.

Inovasi tersebut, lanjut Hendi, menjadi upaya untuk mendorong hasil pertanian di Kota Semarang akan lebih maju dan diminati masyarakat. Apalagi, kata Hendi, saat ini tingkat konsumsi beras di Indonesia yakni lebih dari 100 kilogram/kapita/tahun. Hal itu lebih tinggi dari rata-rata konsumsi beras dunia 60 kilogram/kapita/tahun. Kondisi tersebut, bila tidak diikuti dengan inovasi tidak akan mencukupi kebutuahan. “Sehingga inovasi beras hasil olahan dari singkong ini bisa menjadi alternatif. Kesempatan ini harus diambil oleh petani singkong untuk lebih berdaya melalui beras analog,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, sejumlah kelompok petani singkong yang dilakukan pendampingan berada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Mijen, Gunungpati, Tugu, dan Ngaliyan. “Kami memberikan pendampingan dan pelatihan. Mulai mengolah singkong menjadi tepung, kemudian singkong menjadi beras. Kami telah melakukan ujicoba, dan hasilnya cukup menggembirakan. Kami yakin, ini nanti kalau sudah dikenal oleh banyak masyarakat akan diminati,” katanya. (Abdul Mughis)

Editor: Ismu Puruhito