in ,

Ini 4 Titik Aliran Dana Kerajaan Denmark di Jateng

SEMARANG – Entah apa maksud dan tujuan Pemerintah Kerajaan Denmark di balik sikap ‘baik hati’ dengan pemerintah Indonesia belakangan ini. Yang jelas, Pemerintah Kerajaan Denmark memilih mengalirkan dana hibah di empat titik daerah di Jateng.

Di empat titik daerah tersebut dijadikan sebagai pilot project pengembangan teknologi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam pengelolaan limbah.

Pertama, di Kota Semarang adalah proyek pengolahan sampah menjadi energi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang. Hibah tersebut akan digunakan untuk pembuatan Landfill, untuk tempat pengelolaan sampah menjadi gas metan untuk menggerakkan turbin dengan kekuatan 1,2 mega watt. Proyek ini totalnya membutuhkan anggaran Rp 71 miliar. Rinciannya, dari Pemerintah Kerajaan Denmark Rp 44 miliar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rp 18 miliar, dan Pemkot Semarang Rp 9 miliar.

Kedua, Kabupaten Jepara, pilot project pengembangan teknologi Energi Baru Terbarukan akan dilakukan di Pulau Parang, Pulau Nyamuk, dan Pulau Genting Kepulauan Karimunjawa. Bentuknya berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sistem off-grid agar listrik dapat beroperasi selama 24 jam. Total anggarannya Rp 16 miliar, dengan target penerima manfaatnya sebanyak 645 rumah tangga.

Ketiga di Kabupaten Cilacap, yakni pengolahan sampah di TPA Tritih Lor untuk digunakan kembali sebagai bahan bakar Refuse-Derived Fuel (RDF). Fasilitas ini akan mengambil seluruh sampah kota dari TPA dan mengolahnya menjadi bahan bakar yang dapat digunakan untuk menggantikan batubara dan bahan bakar fosil lainnya. Pengolahan RDF TPA Tritih Lod senilai Rp 82 miliar. Kementerian PUPR Rp 25 miliar, Pemprov Jateng Rp 10 miliar, Pemkab Cilacap Rp 3 miliar, dan Denmark Rp 44 miliar.

Keempat, di Kabupaten Klaten, yakni di pengolahan limbah cair dan padat dari industri pati onggok di Desa Daleman dan Pucang Miliran, Kecamatan Tulung, Klaten. Pengolahan limbah ini senilai Rp 16 miliar dengan penerima manfaat 2.200 rumah tangga.

Dana hibah dari Pemerijtah Kerajaan Denmark ini akan langsung dikerjasamakan dengan masing-masing pemerintah kabupaten/kota.
“Kami berharap agar kerjasama dengan Pemerintah Kerajaan Denmark ini dapat menjadi percontohan untuk provinsi lain di Indonesia,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Rabu (25/10/2017).

Dikatakannya, program pengelolaan sampah untuk dimanfaatkan menjadi energi ini sangat menarik. “Sebab, cara ini mampu menyelesaikan dua masalah sekaligus, yakni membersihkan tumpukan sampah, dan menciptakan EBT (energi baru terbarukan). Tentu, jika bisa dimanfaatkan dan dikembangkan akan membantu kebutuhan energi kita. Minimal untuk daerah di sekitar instalasi, pengelolaan sampah kita juga semakin baik,” katanya. (Abdul Mughis)

Editor: Ismu Puruhito