in

Fahmi Idris dalam Kenangan, dari Politikus hingga Menteri

Semasa hidupnya, pria kelahiran Jakarta, 20 September 1943 ini pernah bergabung dengan Partai Golkar pada tahun 1984.

Fahmi Idris (antara foto/suryanto)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Mantan Menteri Perindustrian era Kabinet Indonesia Bersatu, Fahmi Idris meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra Jakarta, Minggu (22/5/2022). Fahmi Idris dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang kemudian menduduki jabatan penting di Partai Golkar hingga mendapat kepercayaan sebagai menteri.

Kabar duka tersebut diketahui dari cuitan akun Twitter resmi milik anak Fahmi Idris, yakni Fahira Idris pada pukul 10:37 WIB.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah. Ayah saya, Bp. Prof. Dr. H. Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo @fahmiidris1,” tulis Fahira Idris seperti dikutip dari akun Twitternya @fahiraidris.

Semasa hidupnya, pria kelahiran Jakarta, 20 September 1943 ini pernah bergabung dengan Partai Golkar pada tahun 1984. Ia langsung ikut berkampanye bersama Ali Moertopo dan Abdul Latief di Sumatera Barat.

Fahmi juga menduduki jabatan penting sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada periode pengurusan 1998-2004.

Ia adalah tokoh nasional yang pernah menduduki berbagai peran penting di Indonesia.

Saat menjadi Ketua DPP Golkar, Fahmi menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) dalam Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah pemerintahan Presiden ke-3 BJ Habibie. Fahmi menjabat sebagai Menakertrans pada 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.

Fahmi kemudian dipercayakan untuk menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Indonesia Bersatu saat masa kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Fahmi lalu menjabat sebagai Menperin sejak 5 Desember 2005 hingga 20 Oktober 2009.

Pekerja Keras

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai Fahmi Idris sebagai sosok seorang aktivis dan pekerja keras yang mudah bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat.

“Almarhum Prof Fahmi Idris seorang aktivis, pekerja keras mudah bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat dari kelompok maupun usia yang berbeda,” kata Airlangga dalam keterangannya.

Airlangga mengenang saat dirinya hadir dan memberikan testimoni saat Fahmi berkiprah secara akademis di Universitas Negeri Padang dan mendapat penghargaan berupa Profesor Kehormatan.

Dia mengatakan Fahmi Idris sebagai senior di Partai Golkar, juga menjadi Menteri Tenaga Kerja di Kabinet Pembangunan dan Menteri Perindustrian di era Presiden SBY periode pertama.

Menurut dia, di Golkar maupun di Kementerian Perindustrian, ada dua peninggalan Fahmi yang dinapaktilasi.

“Selamat jalan Prof Fahmi Idris jejak dan langkah yang ditoreh telah di catat dalam sejarah. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, aamiin,” katanya.

Fahmi Idris meninggalkan satu orang istri bernama Yenni Fatmawati dan dua orang anak, yaitu Fahira Idris dan Fahrina Fahmi Idris.

Selain di pemerintahan, Fahmi Idris juga berkiprah di bidang bisnis.

Dia mendirikan PT Kwarta Daya Pratama dan spada 1979 sebagai Direktur Utama Kongsi Delapan (Kodel Group).

Kodel Group adalah perusahaan yang didirikan bersama Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, Abdul Latief, dan Pontjo Sutowo.

Kodel mengelola usaha agrobisnis, perdagangan, perbankan, perminyakan, dan hotel.

Fahmi juga tercatat memiliki bisnis hotel bernama Regent Beverly Whilshie di California, Amerika Serikat.

Dia mendirikan PT Kwarta Daya Pratama dan spada 1979 sebagai Direktur Utama Kongsi Delapan (Kodel Group).

Kodel Group adalah perusahaan yang didirikan bersama Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, Abdul Latief, dan Pontjo Sutowo.

Kodel mengelola usaha agrobisnis, perdagangan, perbankan, perminyakan, dan hotel.

Aktivis Mahasiswa

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung merasa sangat kehilangan sosok Fahmi Idris sebagai teman seperjuangan.

“Saya Kehilangan tokoh hebat, kami berjuang bersama-sama sejak jadi mahasiswa,” kata Akbar di rumah duka Mampang Prapatan IV Nomor 20, Jakarta Selatan, Minggu.

Akbar mengisahkan perjuangan bersama dimulai sejak menjadi aktivis mahasiswa di zaman Orde Lama. Kala itu mereka tergabung dalam kesatuan aksi mahasiswa Indonesia (KAMI) mendesak pemerintah untuk melaksanakan tiga tuntutan rakyat (Tritura) pada tahun 1966.

Kata Akbar perjuangan pun dilanjutkan hingga ke partai politik dan pemerintahan di orde baru dan reformasi. Walaupun terkadang perbedaan pendapat dan pandangan selalu terjadi.

“Tetapi itu tidak menghilangkan kesetiakawanan kami,” katanya.

Kebijakan Populer

Menteri Perindustrian RI dan kader Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Fahmi Idris.

“Saya mengenang beliau sebagai sosok paripurna penuh pengabdian yang konsisten dan tidak pernah terbatasi oleh usia,” kata Menperin.

Agus menyampaikan, Fahmi banyak membimbing dan memberi masukan terkait dengan pembangunan sektor industri nasional.

Menperin mengatakan, keluarga besar Kementerian Perindustrian benar-benar kehilangan sosok yang telah sempat menorehkan banyak legacy dan kebijakan di bidang pembangunan industri nasional serta secara konsisten terus memberikan saran-saran bagi kemajuan sektor industri di dalam negeri hingga beliau tutup usia.

“Di masa kepemimpinan beliau sebagai Menteri Perindustrian, Almarhum Fahmi Idris mengeluarkan berbagai kebijakan populer di sektor industri yang hingga saat ini masih dilaksanakan, yaitu antara lain membentuk Tim Peningkatan Penggunaan Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri,” ujar Menperin.

Kebijakan itu merupakan upaya untuk mendorong penggunaan produksi dalam negeri di kalangan Instansi/Lembaga Pemerintah, termasuk BUMN.

Kebijakan tersebut juga ditujukan untuk memperkenalkan produk dalam negeri kepada masyarakat luas agar bisa menggunakannya untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga.

Almarhum juga menginisiasi program pengalihan minyak tanah menjadi LPG pada tahun 2007.

Selain mengalihkan penggunaan energi, kebijakan itu juga memacu perkembangan industri yang terkait, seperti tabung baja gas LPG, katup tabung baja, kompor gas, regulator kompor gas, dan selang karet kompor gas.

Kebijakan lain yang juga digulirkan oleh Almarhum adalah peningkatan teknologi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui bantuan pembelian mesin/peralatan industri TPT pada tahun 2007.

Program tersebut mampu meningkatkan daya saing, efektivitas dan produktivitas industri TPT nasional, yang pada gilirannya mengamankan kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Fahmi Idris dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Ahad dan dimakamkan dalam satu liang lahat bersama istri pertamanya Kartini Fahmi Idris Hasan Basri. (ant)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.