in

Dibantai Borneo FC, PSIS Ukir Kekalahan Terburuk di Liga 1

Hasil buruk di Samarinda membuat PSIS melorot ke peringkat 11 dengan poin 35.

Rizky Dwi Pangestu (kiri) mencetak satu-satunya gol PSIS saat kalah 1-6 dari Borneo FC. (foto: dokumentasi PSIS Semarang)

SAMARINDA (jatengtoday.com) – PSIS Semarang hancur lebur dalam kunjungan ke markas Borneo FC dan dipaksa menyerah dengan skor mencolok 1-6. Kekalahan tersebut menjadi aib terburuk bagi Mahesa Jenar sejak bermain di kompetisi Liga 1.

PSIS meladeni Borneo FC pada laga pekan ke-30 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (12/3/2023). Tanda-tanda ‘tsunami gol’ sudah terasa sejak awal pertandingan.

Pertahanan PSIS yang memainkan pemain debutan, Yudi Safrizal terlalu mudah ditembus oleh Matheus Pato dan kawan-kawan. Pertandingan baru berumur setengah jam, Adi Satryo sudah tiga kali memungut bola dari gawangnya.

Gol pertama lahir dari sepakan Hendro Siswanto di menit 18. Matheus Pato kemudian menggandakan keunggulan Pesut Etam di menit ke-21. Top skor Borneo FC itu mencetak gol keduanya lewat eksekusi penalti di menit 30.

PSIS sebenarnya bukan tanpa perlawanan. Fredyan Wahyu dan Rizky Dwi Pangestu sempat memeroleh peluang tapi bisa digagalkan oleh Angga Saputro.

Tuan rumah menutup paruh pertama dengan keunggulan 4-0 setelah M Sihran mencetak gol di menit 45+2.

Matheus Pato menyia-nyiakan kesempatan mencetak hattrick di awal babak kedua. Borneo mendapat hadiah tendangan penalti tapi eksekusi Pato bisa dipatahkan Adi Satryo.

Rizky Dwi Pangestu mencetak gol hiburan buat PSIS di menit ke-51. Namun Adam Alis kembali menjauhkan skor menjadi 5-1 di menit ke-66. Pesta gol Borneo FC ditutup dengan hattrick Matheus Pato di menit 77.

Dikutip dari berbagai sumber, kekalahan 1-6 menjadi rekor baru bagi PSIS Semarang sejak kembali ke Liga 1 pada 2018 silam. Sebelumnya, kekalahan terbesar Mahesa Jenar adalah 0-4 masing-masing dari Persipura Jayapura (24 Maret 2022), Persebaya Surabaya (20 September 2019) dan Sriwijaya FC (22 Mei 2018).

Kekalahan tersebut juga menambah panjang puasa kemenangan Mahesa Jenar. Septian David Maulana belum pernah menang dalam enam laga beruntun, tiga di antaranya berakhir dengan kekalahan.

“Kami terlalu banyak melakukan kesalahan di babak pertama yang bisa dimanfaatkan oleh Borneo. Di babak kedua kami bermain lebih baik tapi situasi sudah sangat sulit,” kata pelatih PSIS, Gilbert Agius.

Hasil buruk di Samarinda membuat PSIS melorot ke peringkat 11 dengan poin 35. Selanjutnya mereka akan melakoni dua laga tandang berturut-turut melawan Persija Jakarta (16/3) dan Barito Putera (26/3). (*)

Tri Wuryono