in

Covid-19 Varian XBB Terdeteksi di Indonesia, Pengawasan Pintu Masuk Diperketat

Sejak pertama kali ditemukan, sebanyak 24 negara melaporkan temuan Omicron varian XBB termasuk Indonesia.

Para calon penumpang pesawat mengantre di loket lapor diri di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (1/3/2022). (antara foto/fauzan)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Subvarian Omicron XBB telah terdeteksi di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat waspada dan memperkuat protokol kesehatan, terutama memakai masker. Pengawasan di pintu masuk juga diperketat.

Menurut keterangan resmi Kemenkes, varian XBB menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tajam di Singapura, diiringi dengan peningkatan tren perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: Fakta Pasien Omicron, Gejala Ringan dan Masa Rawat Singkat

”Peningkatan kasus gelombang XBB di singapura berlangsung cepat dan sudah mencapai 0,79 kali gelombang BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2,” kata Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. M. Syahril

Sejak pertama kali ditemukan, sebanyak 24 negara melaporkan temuan Omicron varian XBB termasuk Indonesia. Kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal, terdeteksi pada seorang perempuan, berusia 29 yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

”Ada gejala seperti batuk, pilek dan demam. Ia kemudian melakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif pada 26 September. Setelah menjalani isolasi, pasien telah dinyatakan sembuh pada 3 Oktober,” jelas dr. Syahril.

Baca Juga: Omicron Menyerang Organ Pernapasan, Ini Gejala yang Sering Muncul

Menyusul temuan ini, Kemenkes kemudian melakukan upaya antisipatif dengan melakukan testing dan tracing terhadap 10 kontak erat. Hasilnya, seluruh kontak erat dinyatakan negatif Covid-19 varian XBB.

Syahril menambahkan, meski varian baru XBB cepat menular, namun fatalitasnya tidak lebih parah dari varian Omicron.

Kendati demikian, Indonesia belum bisa dikatakan aman dari pandemi Covid-19. Sebab berbagai mutasi varian baru masih berpotensi terus terjadi. Dalam 7 hari terakhir juga dilaporkan terjadi kenaikan kasus di 24 provinsi.

Syahril meminta masyarakat mengedepankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menghindari kerumunan dan mencuci tangan pakai masker, dan melakukan testing apabila mengalami tanda dan gejala Covid-19. Selain itu juga menyegerakan vaksinasi Covid-19.

”Segera lakukan booster bagi yang belum, untuk mengurangi kesakitan dan kematian akibat Covid-19,” terang Syahril.

Kemenkes juga sudah meningkatkan pengawasan kedatangan WNI dan WNA di pintu-pintu masuk negara. (*)

Tri Wuryono