in

276 Pasien Omicron di Indonesia Dinyatakan Sembuh

Jumlah pasien Covid-19 varian lainnya yang juga dinyatakan sembuh per Selasa (18/1) berjumlah 564 sehingga total kesembuhan secara nasional berjumlah 4,1 juta pasien.

Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. (antara foto/muhammad adimaja)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro melaporkan sebanyak 276 pasien varian Omicron di Indonesia telah dinyatakan sembuh hingga Jumat (14/1).

“Sampai tanggal 18 Januari 2022, pasien COVID-19 Omicron sudah diketahui berjumlah 882 orang, di mana sampai tanggal 14 Januari kemarin diketahui sebanyak 276 selesai isolasi dinyatakan sembuh,” kata Reisa Broto Asmoro saat menyampaikan keterangan pers yang diikuti dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (19/1/2022).

Reisa mengatakan jumlah pasien Covid-19 varian lainnya yang juga dinyatakan sembuh per Selasa (18/1) berjumlah 564 sehingga total kesembuhan secara nasional berjumlah 4,1 juta pasien sejak pandemi melanda Indonesia pada Maret 2020.

Ia mengatakan pemerintah juga menjamin ketersediaan obat antivirus Covic-19 di dalam negeri untuk mengantisipasi gelombang lanjutan SARS CoV 2 penyebab Covid-19.

“Salah satunya dengan menyiapkan obat antivirus baru yakni Molnupiravir dan Paxlovid di mana Kemenkes sudah mengamankan 400.000 tablet Molnupiravir yang sudah disiapkan PT amarox,” katanya.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru itu berharap seluruh kebutuhan obat tersebut bisa diproduksi di dalam negeri pada April atau Mei 2022.

Peningkatan Kasus

Namun, Reisa Broto juga melaporkan bahwa kasus konfirmasi harian positif Covid-19 per Selasa (18/1) menjadi yang tertinggi sejak pertengahan Oktober 2021.

“Indonesia menghadapi kenaikan kasus konfirmasi positif dalam satu pekan belakangan, terutama dengan kasus konfirmasi positif sebanyak 1.362 orang per 18 Januari 2022. Ini menunjukkan bahwa kemarin merupakan angka tertinggi dalam satu hari sejak pertengahan Oktober 2021,” kata Reisa.

Dia mengatakan peningkatan kasus Covid-19 saat ini dipengaruhi kenaikan mobilitas dan pelanggaran protokol kesehatan. “Ingat pengalaman kita tahun lalu setelah libur Natal dan Tahun Baru, Idul Fitri di mana menyebabkan lonjakan kasus yang luar biasa,” katanya.

Reisa mengajak masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan, apalagi varian Omicron yang menyebabkan gelombang kasus luar biasa di banyak negara telah ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia.

Wilayah yang dimaksud di antaranya DKI Jakarta, Malang, Surabaya, Bogor, Tangerang Selatan, Bandung, dan Medan. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.