in

Cetak Citizen Journalism Cerdas, Ganjar Milenial Jateng Gelar Pelatihan Jurnalistik

Acara ini digelar untuk memberikan wawasan dalam menghadapi era digitalisasi, yang mana informasi menjadi cepat dan mudah beredar di media massa.

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pada zaman modern seperti saat ini, banyak perubahan yang terjadi di segala lini kehidupan, tak terkecuali di bidang jurnalistik. Perkembangan kemajuan platform media pun ikut bergeser ke era digitalisasi.

Hal tersebut yang kemudian menginspirasi Ganjar Milenial Center (GMC) untuk mengadakan pelatihan jurnalistik bertemakan “Mencetak citizen jurnalizem yang siap menghadapi era media 5.0” di Caffe Sudut Kota, Jalan Pekunden Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (21/7/2023).

Koordinator Wilayah (Korwil) GMC Jawa Tengah Aris Lukmana Putra mengatakan acara ini digelar untuk memberikan wawasan dalam menghadapi era digitalisasi, yang mana informasi menjadi cepat dan mudah beredar di media massa.

“Tentunya kita membaca dari kondisi hari ini era digitalisasi yang makin hari perkembangannya makin pesat, kami anggap perlu mengadakan pelatihan seperti ini,” ujar Aris.

Aris menjelaskan siapa pun bisa menyampaikan informasi dengan bebas dan gamblang, maka dari itu perlu dibekali pengetahuan kepada para milenial bagaimana cara membedakan berita yang hoaks dan bukan.

Sehingga nantinya dapat menciptakan insan-insan muda yang tidak gampang terprovokasi dengan informasi yang berseliweran di media sosial (medsos).

“Untuk mencetak citizen-citizen jurnalisme yang cerdas untuk ke depan. Harapan kami dengan acara ini bagaimana teman-teman bisa menyaring mana berita baik dan tidak baik, mana berita yang benar dan tidak benar,” kata Aris.

Adapun pemateri dalam pelatihan tersebut yaitu Suprawy selaku jurnalis media online. Dalam pemaparannya, Suprawy juga menyampaikan materi tentang dasar-dasar jurnalistik, apa itu 5W 1H, serta bagaimana memilih caption yang padat, jelas, dan singkat namun dikemas semenarik mungkin.

Senada dengan Aris, Ketua Penyelenggara acara Anggi Aguslana juga menyebutkan bahwa pelatihan itu bertujuan untuk mengedukasi mana berita yang bersifat faktual (berdasarkan fakta) dan mana yang tergolong opini.

“Kegiatan ini cukup lancar dan sangat menarik bahwasanya kami sebagai milenial ingin ikut membangun bangsa (lewat pelatihan),” kata Anggi.

“Harapan kami tentunya saat kita menerima informasi bisa memvalidasi informasi tersebut, dan tentunya ingin memberikan (edukasi) berita yang faktual,” lanjut dia.

Sementara itu, salah seorang peserta bernama Vanessa Moya (21) mengaku sangat senang bisa ikut pelatihan. Apalagi mahasiswa semester akhir itu memang memiliki impian untuk dapat berkecimpung di dunia jurnalis.

“Kalau menurut saya sebagai mahasiswa yang tertarik pada dunia jurnalis, saya sangat senang dengan kegiatan ini. Dan berharap juga ke depannya kegiatan ini akan terus-menerus diadakan. Karna saya juga berkeinginan untuk terjun ke dalam dunia jurnalis sebagai wartawan,” tandasnya. (*)