in

Bisnis Ini Jadi Primadona Saat Pandemi Covid-19, Transaksinya Pecahkan Rekor 20 Tahun

SEMARANG (jatengtoday.com) – Tidak sedikit bisnis yang goyah ditejang pandemi Covid-19, bahkan ada yang terpaksa gulung tikar. Ini membuat para investor harus menimbang matang agar putaran bisnis mereka tidak terus tergerus.

Berbeda dengan bisnis bursa berjangka. Pada 2020 lalu saat banyak bisnis tumbang karena pandemi, bursa berjangka justru mencatat rekor transaksi yang belum terpecahkan selama 20 tahun terakhir.

Dirut Jakarta Futures Exchange (JFE), Stephanus Paulus Lumintang menjelaskan, bisnis bursa berjangka menjadi primadona masyarakat untuk melakukan investasi.

Baca: Satgas Investasi Temukan 133 Fintech Ilegal

Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi karena kesadaran investor memilih perdagangan berjangka semakin meningkat.

Meskipun pandemi Covid-19 melemahkan pertumbuhan industri, tidak berdampak negatif pada bursa berjangka.

“Hal itu dibuktikan dengan capaian kami dengan transaksi hingga 9,4 juta lot. Melebihi rekor kami di 2011 dan 2019,” ucapnya di Semarang, Jumat (29/1/2021).

Baca: Kasus Investasi Abal-abal, Ibu Hamil di Semarang Divonis 22 Bulan

Dia memprediksi, investasi di komoditas kontrak emas berjangka dan minyak kelapa sawit, akan menjadi komoditas yang menjanjikan beberapa waktu ke depan.

Pimpinan Cabang Solid Gold Berjangka (SGB) Semarang, Conny Lumandung menambahkan, pihaknya justru meningkatkan target jumlah nasabah, yakni 500 nasabah baru.

Angka tersebut naik 50 persen dari realisasi jumlah nasabah baru pada tahun 2020. Target itu dirasa realistis karena belakangan bisnis bursa berjangka menjadi primadona masyarakat.

Baca: [Video] Investasi Kesehatan di Masa Pandemi

Dari datanya, komoditi kontrak emas berjangka masih mendominasi sebesar 80 persen dari seluruh produk kontrak derivatif yang ditransaksikan oleh SGB Semarang.

“Di tahun ini juga kami menetapkan target pertumbuhan volume transaksi sebesar 50 persen dari tahun sebelumnya sebesar 51 ribu lot. Kontrak emas berjangka ini masih menjadi andalan kami untuk mendongkrak kinerja SGB Semarang,” paparnya.

Dikatakan, satu langkah yang dilakukan untuk mencapai target adalah dengan melakukan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami perdagangan berjangka komoditi.

Baca: Bisnis Property Kembali Bergairah dengan Pemasaran Digital

“Bisnis yang kami jalani adalah mengelola trust, sehingga dari awal kami bertemu dengan nasabah maka trust yang pertama kali dibangun dan dihadirkan,” jelasnya.

Selain itu, Conny juga merekrut generasi milenial untuk bergabung. Menurutnya, dengan cara ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. (*)

 

editor: ricky fitriyanto