in

Beda Pendapat Ahli Kesehatan soal Pembatasan Covid-19

Beberapa negara bagian Jerman, seperti Saxony dan Schleswig-Holstein, sudah mengumumkan pelonggaran pembatasan awal pekan ini.

Sejumlah warga mengunjungi pasar Natal di Cologne, Jerman, Sabtu (27/11/2021), saat penyebaran penyakit virus corona berlanjut. (antara/reuters/thilo schmuelgen)

BERLIN (jatengtoday.com) – Para ahli kesehatan Jerman terpecah pandangannya atas apakah negara itu siap untuk melonggarkan pembatasan Covid-19 saat sejumlah negara tetangga mulai memberlakukan kembali pembatasan.

Jerman pada Kamis (3/2) melaporkan rekor 236.120 kasus baru harian akibat Omicron, varian Covid-19 yang lebih menular.

Namun, beberapa ahli kesehatan mengatakan sudah waktunya untuk menempatkan “rencana kebebasan” soal bagaimana pembatasan dilonggarkan secara bertahap.

“Merumuskan rencana kebebasan ini sekarang adalah tugas politik yang paling penting,” kata Andreas Gassen, kepala asosiasi dokter keluarga KBV kepada surat kabar Rheinische, Jumat (4/2/2022).

Gassen mengatakan Jerman seharusnya bisa hidup berdampingan dengan Covid-19, sebagaimana dengan influenza yang selalu punya varian baru dan puluhan ribu kasus kematian setiap tahun.

“Kita harus menerima hidup dengan corona, dan pada saat yang sama melanjutkan vaksinasi bagi kelompok berisiko,” ujarnya.

Beberapa negara Eropa lainnya, termasuk Finlandia, Inggris, Irlandia, serta negara tetangga Austria dan Swiss, sudah mulai memberlakukan kembali pembatasan mereka dalam beberapa hari terakhir guna mencapai normalitas prapandemi.

Pekan lalu, Kanselir Jerman Olaf Scholz menolak memberikan perincian terkait rencana nasional untuk melonggarkan pembatasan sebelum puncak gelombang infeksi terbaru, yang diperkirakan terjadi pada medio Februari.

Namun, beberapa negara bagian Jerman, seperti Saxony dan Schleswig-Holstein, sudah mengumumkan pelonggaran pembatasan awal pekan ini. Pemberlakuan itu dikritik oleh beberapa ahli kesehatan Jerman sebagai langkah yang terlalu dini.

“Kebijakan itu akan fatal jika kita melakukannya terlalu cepat, jumlah infeksi meningkat akibat pelonggaran yang terlalu dini,” Gernot Marx, kepala asosiasi Jerman untuk pengobatan perawatan intensif kepada Funke, kelompok media surat kabar.

Marx mengatakan langkah pelonggaran konkret seharusnya hanya bisa ditentukan saat jumlah infeksi terus turun selama beberapa hari.

Scholz dijadwalkan membahas kemungkinan langkah-langkah Covid-19 dengan para pemimpin negara bagian federal pada 16 Februari 2022. (ant/rtr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.