in

Bawaslu Kota Semarang Dorong Keterlibatan Mahasiswa dalam Pengawasan TPS

Arief Rahman mengajak semua pihak, termasuk mahasiswa berani menolak dan melawan praktik politik uang.

Ketua Bawaslu Kota Semarang Arief Rahman memberi sambutan di hadapan mahasiswa UIN Walisongo. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Ketua Bawaslu Kota Semarang Arief Rahman mendorong keterlibatan mahasiswa untuk menjadi pengawas tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2024 mendatang.

Arief menginformasikan, saat ini syarat menjadi pengawas TPS dimudahkan dengan batasan usia minimal 21 tahun, yang artinya membuka peluang besar bagi generasi milenial dan Z mengawasi proses Pemilu di lingkup TPS.

“Pemilu tidak lepas dari pelanggaran, sehingga kita semua harus jeli dan melek untuk menangkal, salah satunya terkait politik uang,” ucap Arief di hadapan mahasiswa UIN Walisongo Semarang, Rabu (13/9/2023).

Arief mengajak semua pihak berani menolak dan melawan praktik politik uang. “Semua pihak, tak terkecuali mahasiswa dapat melaporkan ke Bawaslu jika menemukan pelanggaran Pemilu,” imbuhnya.

Pada hari yang sama, Bawaslu Kota Semarang menandatangani kerja sama lanjutan dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UIN Walisongo. Acara tersebut disaksikan ratusan mahasiswa yang ikut menyemarakkan giat Sewindu FISIP UIN Walisongo.

Pokok perjanjian kerja sama meliputi akomodasi peran mahasiswa sebagai pengawas partisipatif dan aplikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran akademisi FISIP UIN Walisongo, Kabid Poldagri Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Semarang.

Arief Rahman dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk terlibat aktif menyukseskan pesta demokrasi bangsa dengan cara mengambil peran pada Pemilu 2024.

Dalam kesempatan ini Arief juga menanyakan kepada mahasiswa tentang pengalaman keikutsertaannya dalam Pemilu.

“Ini mayoritas pengalaman pertama untuk kalian dalam pemilu, jadi terlibatlah dan awasi prosesnya agar berkualitas dan berintegritas,” tegas Arief di hadapan mahasiswa. (*)

editor : tri wuryono

Baihaqi Annizar