in

Banyak Petugas Meninggal, Ganjar Usul Pemilu Tak Lagi Serentak

SEMARANG (jatengtoday.com) – Proses Pemilu serentak 2019 menyisakan sejumlah catatan. Yang paling mendapat perhatian adalah banyaknya petugas pelaksanaan pemilu, baik aparat keamanan maupun anggota KPPS yang meninggal dunia dalam proses tersebut.

Data terakhir mencatat, sebanyak 139 petugas pemilu 2019 yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 25 diantaranya adalah petugas pemilu di Jateng.

Melihat fenonena itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berencana memberikan santunan kepada keluarga petugas pemilu di Jateng yang meninggal dunia dan yang dirawat di rumah sakit. Tapi dia enggan membeberkan besarannya.

“Insya Allah Jumat besok akan kami berikan santunan. Tidak hanya yang meninggal saja, tapi yang sakit juga akan kami berikan,” jelasnya, Rabu (24/4/2019).

Ganjar mengatakan sudah mendapat laporan nama dan alamat petugas pemilu 2019 yang meninggal atau yang sakit. “Nanti akan kami datangi sebagai bentuk solidaritas. Soal santunan sudah kami siapkan,” terangnya.

Menurutnya, pemilu tahun ini cukup menjadi perhatian. Ada sejumlah catatan, baik tentang kesehatan maupun tekanan bekerja. “Kayaknya mesti direview ulang agar ke depan jauh lebih baik. Apa yang terjadi ini harus dievaluasi total,” tegasnya.

Pelaksanaan pemilu serentak, yakni melaksanakan pemilihan calon presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota lanjut Ganjar mesti dievaluasi ulang. Sebab dengan pelaksanaan serentak itu, maka pelaksanannya membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar.

“Ya, rasanya mungkin pelaksanaannya tidak serentak kali ya, atau penyerentakannya bisa ditata ulang. Mungkin serentak secara Nasional saja, Provinsi saja dan Kabupaten/Kota saja. Sehingga tidak membutuhkan tenaga, pikiran bahkan jiwa seperti ini,” tegasnya.

Seperti diketahui, pelaksanaan pemilu 2019 memakan banyak korban. Ratusan petugas pemilu baik dari kepolisian, Panwaslu, KPPS atau petugas TPS yang meninggal dunia karena diduga kelelahan saat melaksanakan proses pemilu.
Di Jateng, ada 25 petugas pemilu yang meninggal dunia. 25 petugas yang meninggal itu tersebar di Kabupaten Demak, Banyumas, Sukoharjo, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Rembang, Magelang, Klaten, Batang, Kudus, Pekalongan, Kendal, Pemalang, Semarang dan Brebes.

Selain 25 orang yang meninggal dunia itu, KPU mencatat ada 97 petugas TPS yang kelelahan dan harus dirawat di rumah sakit. Bahkan, tiga orang diantaranya mengalami keguguran. (lhr)

editor : ricky fitriyanto

Ajie MH.