in

Banyak Kendaraan Luar Kota Lolos Pemeriksaan di Pos Pantau Kota Semarang

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemberlakukan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang diikuti dengan pendirian pos pantau terpadu. Salah satunya untuk memeriksa setiap kendaraan luar kota yang masuk.

Terhitung ada 8 pos pantau yang ditempatkan di daerah perbatasan serta 8 pos pantau di dalam kota. Meskipun begitu, masih banyak kendaraan dengan plat luar kota yang lolos dari pemeriksaan petugas.

Berdasarkan pengamatan di Posko Mangkang (perbatasan Kota Semarang dan Kendal, Selasa (28/4/2020) pukul 14.00-14.30, ada lebih dari 15 kendaraan plat luar kota yang melintas. Namun lolos karena sedang tidak ada pemeriksaan petugas.

Menurut Komandan Regu (Danru) Dishub Kota Semarang di Posko Mangkang, Heri Listiyawan, pemeriksaan memang tidak dilakukan setiap waktu.

“Kami lakukan pemeriksaan itu lihat situasi, kalau ada bus atau kendaraan yang lewat kita pantau, kita langsung cek. Tidak pakai jam. Seharusnya pakai jam, satu jam sekali, namun karena landai, jadi kami pantau, kalau ada yang mudik kami periksa,” jelasnya saat ditemui.

Dua Kendaraan Disuruh Putar Balik

Dalam kurun waktu pagi hingga siang hari, terhitung sudah dilakukan dua kali pemeriksaan. Setiap pemeriksaan ada kendaraan yang diarahkan untuk melanjutkan perjalanan, ada pula yang diinstruksikan untuk putar arah.

Jika diketahui bahwa kendaraan tersebut dikendarai atau ditumpangi pemudik, maka tidak bakal diperbolehkan masuk Kota Semarang. “Hari ini yang disuruh balik ada 2 armada. Tadi pemeriksaan jam 07.00 sama jam 08.00,” imbuh Heri.

Sementara itu, pos pantau yang ada di dalam kota, yakni Posko Ngaliyan, juga jarang melakukan pemeriksaan kendaraan.

Menurut petugas yang berjaga, siang ini baru dikeluarkan edaran bahwa pemeriksaan di pos pantau dilakukan setiap dua jam sekali. Namun karena baru saja diberitahu, maka Posko Ngaliyan belum sepenuhnya menerapkan.

SOP Pos Pantau PKM

Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pos Pantau PKM, petugas bertugas melakukan penghentian kendaraan yang masuk Kota Semarang. Kemudian pengemudi dan penumpang diwawancarai, mulai dari asal (domisili), tujuan perjalanan, hingga keperluan perjalanan.

Selain itu, setiap pengendara dari luar kota juga harus diperiksa kesehatannya, mulai dari suhu tubuh, kondisi fisik dan lain lain.

Apabila suhu tubuh kurang dari 38 derajat celcius dan tidak terdapat gejala Covid-19 dapat melanjutkan perjalanan. Namun apabila melebihi 38 derajat celcius akan dilakukan karantina sesuai dengan SOP penanganan Covid-19 atau kembali ketempat asal.

Tak hanya itu, pengendara juga harus mematuhi kebijakan social distancing. Ketentuannya, angkutan umum maksimal jumlah penumpang 50 persen dari kapasitas.

Kendaraan pribadi kapasitas 5 orang hanya diisi oleh 3 orang terdiri dari 1 pengemudi dan 2 penumpang (penumpang duduk dibelakang). Kendaraan pribadi kapasitas 7 orang hanya boleh diisi 4 orang terdiri dari 1 pengemudi dan 3 penumpang.

Kendaraan roda dua maksimal berboncengan 1 orang yang serumah (alamat KTP sama). Angkutan roda 2 berbasis aplikasi dibatasi penggunaannya hanya untuk angkutan barang.

Setiap pengguna lalu lintas wajib menggunakan masker. Apabila tidak, dimohon untuk membeli masker di toko terdekat. Selain itu, setiap kendaraan yang menuju ke Kota Semarang juga akan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. (*)

 

editor: ricky fitriyanto