in

Bantu Pasar Tradisional, Penerus Negeri Jawa Tengah Cetak Digital Agency

Penerus Negeri Jawa Tengah telah membentuk dua digital agency untuk Pasar Djohar dan Pasar Peterongan.

Koordinator Penerus Negeri Jateng, Alfreno Kautsar Ramadhan dalam acara mencetak digital agency anak muda Jawa Tengah. (istimewa)
Koordinator Penerus Negeri Jawa Tengah, Alfreno Kautsar Ramadhan (kiri) dalam acara mencetak digital agency anak muda Jawa Tengah. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Penerus Negeri Jawa Tengah bekerja sama dengan BEM Universitas Diponegoro dan Yayasan Djokonugroho mencetak digital agency anak muda untuk memberdayakan pasar tradisional.

Dalam langkah progresif ini, dua digital agency telah terbentuk memberikan eksposur digital kepada pasar tradisional di Kota Semarang.

Koordinator Penerus Negeri Jawa Tengah, Alfreno Kautsar Ramadhan mengatakan, fokus utama pada proyek pertama ini adalah membantu Pasar Johar dan Pasar Peterongan.

Penerus Negeri Jawa Tengah ingin membantu pasar tradisional memasuki era digital. Sehingga, pasar tradisional menjadi lebih terkenal dan omzet pedagang lokal meningkat.

“Lihat saja Jepang, Pasar Tsukiji telah menjadi destinasi wisata untuk turis. Indonesia harus mengikuti jejak ini. Semua ini bergantung pada branding,” ungkap Alfreno.

Menurutnya, industri ekonomi kreatif di Indonesia telah membuka peluang baru dan menjadi magnet bagi anak muda yang ingin berkontribusi. Kata dia, sektor ini menjadi kunci untuk membantu Indonesia mencapai status “2045 Emas.”

“Saya percaya bahwa anak muda memiliki peran signifikan untuk mencapai cita-cita ini. Semua harus termotivasi menjadi pelaku di industri yang mereka cintai. Ekonomi kreatif adalah wadah ideal untuk anak muda; sebuah industri yang mempromosikan kreativitas dan ide,” ujarnya, Kamis (28/12/2023).

Pendiri Yayasan Djokonugroho, Bama Djokonugroho menekankan pentingnya mendukung anak muda dan memberikan mereka sistem dukungan yang baik.

“Anak muda harus dibimbing dan difasilitasi dengan sistem pendukung yang solid. Yayasan kami berdiri untuk menjadi katalisator, mengajak masyarakat untuk berdiri dan turut serta dalam mendidik generasi muda Indonesia. Ini adalah langkah menuju solusi jangka panjang untuk berbagai permasalahan bangsa saat ini,” jelasnya.

Dengan dukungan dari BEM Undip, Yayasan Djokonugroho, dan Penerus Negeri Jawa Tengah, dua agency ini diharapkan menjadi awalan untuk terciptanya ratusan agency pemuda di Jawa Tengah yang dapat berdampak langsung kepada perekonomian masyarakat. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar