SEMARANG (jatengtoday.com) — Bakti Indonesia ke-4 di Klenteng Sam Poo Kong Semarang menjadi bukti bahwa Indonesia masih memiliki banyak orang yang memilih merawat daripada mempertentangkan keberagaman. Balutan “Health Tourism” memberi ruang bagi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan sambil berwisata.
Klenteng Sam Poo Kong Semarang jadi destinasi keempat Bakti Indonesia yang sudah berlangsung sejak Agustus 2023. Diawali dari Masjid Istiqlal Jakarta, gerakan kemanusiaan ini selanjutnya digelar di Gereja Katedral pada 2024 dan Pura Besakih di 2025.
Di Klenteng Sam Poo Kong, Bakti Indonesia yang berlangsung pada 6-8 Agustus 2026, menghadirkan layanan kesehatan gratis, donor darah, konsultasi psikologi dan edukasi kesehatan, sekaligus menandai tahun keempat gerakan lintas rumah ibadah yang menjadi ikon Indonesia.
Kesadaran Merawat Sesama
Mulia Jayaputri, penggagas Bakti Indonesia mengatakan, gerakan ini dibangun di atas tiga nilai utama, yakni merawat cinta Tanah Air, menghadirkan aksi kemanusiaan, dan menjaga keberagaman sebagai kekayaan bangsa. Penyelenggaraannya pun selalu dilakukan setiap Agustus, bertepatan dengan bulan peringatan kemerdekaan Indonesia
“Kami memilih rumah ibadah yang menjadi ikon Indonesia karena gaungnya lebih luas sehingga akan semakin banyak yang menyadari tanggung jawab (gotong royong), semakin guyub antaragama dan kerukunan terawat dengan baik,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).

Ribuan orang dari warga sekitar dapat menikmati layanan gratis kesehatan, konsultasi psikologi, serta mendengarkan seketika talkshow mengenai kesehatan dan psikologi yang dapat mengedukasi masyarakat. Ada juga gelaran bazar yang mendukung UMKM setempat.
“Kami ingin lewat pelayanan yang mereka terima selama Bakti Indonesia berlangsung, membawa dampak kesadaran untuk merawat sesama. Menumbuhkan budaya tanggung jawab antarmanusia, karena kebersamaan akan indah apabila diwujudkan dalam tindakan nyata,” sambung Mulia Jayaputri.
Kegiatan ini diperkuat oleh ratusan tenaga medis yang mengerahkan layanan pemeriksaan. Di bidang kesehatan, melakukan pemeriksaan darah, rekam jantung, mata, gigi, tes laboratorium, deteksi kanker hingga pemberian obat serta vitamin guna memastikan dampak kesehatan yang berkelanjutan. Di bidang psikologi, memberikan konsultasi psikologi baik keluarga maupun perorangan.
Kolaborasi Berkesinambungan
Mulia Jayaputri menambahkan, penyelenggaraan yang berkesinambungan dari tahun ke tahun ini menumbuhkan perkembangan makna. Jika pada tahun-tahun sebelumnya yang tampak adalah kolaborasi lintas agama, kini meningkat menjadi kolaborasi lintas seluruh elemen masyarakat.

“Tahun ini kami merasakan sesuatu yang sangat menggembirakan. Semakin banyak pihak yang datang bukan karena diminta, tetapi karena merasa ini adalah pekerjaan bersama. Ketika kepedulian lahir tanpa memandang identitas, kala itulah Indonesia menemukan wajah terbaiknya,” tutur peraih penghargaan Women of the Year dalam kategori Influential Woman Philanthropy 2024 ini.
Bagi penyelenggara, lanjut Mulia, keberhasilan terletak ketika masyarakat mulai percaya bahwa ruang-ruang ibadah dapat menjadi ruang perjumpaan kemanusiaan.
“Tahun depan Bakti Indonesia ke-5 akan berlangsung di Candi Borobudur. Artinya lengkap sudah lima rumah ibadah dari agama yang diakui pemerintah,” tutupnya.
Inspirasi Wisata Kesehatan
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam mengapresiasi kegiatan Bakti Indonesia 2026 di Klenteng Sam Poo Kong.

“Bakti Indonesia di Klenteng Sam Poo Kong ini sangat luar biasa, keren dan menjadi inspirasi bagi kami ketika menyelenggarakan kegiatan serupa. Kemasannya sangat menarik dan sejalan dengan Kota Semarang yang sedang mengembangkan Health Tourism,” katanya.
Menurut Abdul Hakam, Kota Semarang memiliki potensi berkaitan dengan Health Tourism atau wisata kesehatan. Selain rumah sakit yang menjadi rujukan dari beberapa daerah, kota ini juga punya sejumlah destinasi wisata unggulan, seperti Klenteng Sam Poo Kong.
“Health tourism ini memadukan antara kesehatan dan pariwisata. Jadi selain memeriksakan kesehatan, masyarakat juga bisa mengunjungi tempat-tempat wisata di Kota Semarang,” ujarnya. (*)
