in

Awas, Surat Keterangan Domisili Abal-abal bisa Dicek Lewat Nomor KK

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menyisakan peluang melakukan kecurangan. Yakni dengan membuat surat keterangan domisili ‘dadakan’ agar bisa diterima di sekolah favorit.

Melihat potensi kecurangan itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng siap melakukan pengecekan validitas data calon siswa. Jika terbukti ada kejanggalan, bisa jadi rekomendasi untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta pihak sekolah untuk mengambil langkah.

“Kami mengimbau kepada Dinas Pendidikan. Jika ada keraguan, kami bisa diajak kolaborasi untuk mengecek validitas KK (Kartu Keluarga) calon siswa,” ucap Kepala Dispermadesdukcapil Jateng, Sugeng Riyanto, Jumat (28/6/2019).

Dikatakan, validitas domisili bisa dicek lewat 16 digit nomor KK. Dari nomor itu, bisa diketahui domisili asli. “Nanti bisa kelihatan, anak itu lahir kapan, di kecamatan mana. Beda dari surat domisili yang sifatnya sesaat. Kami siap digandeng untuk memfilter jika ada keraguan. Ini bisa diantisipasi,” imbuhnya.

Dia bercerita, beberapa waktu lalu pernah diajak kerja bareng pihak kepolisian untuk melakukan filter saat perekrutan calon polisi. Filter ini untuk melihat, apakah ada calon peserta yang melakukan kecurangan dengan memanipulasi data kependudukan.

“Kami sangat setuju dengan Pak Gubernur yang menggariskan, untuk mewaspadai manipulasi data kependudukan tanpa ada filter yang jelas. Jangan sampai surat domisili dibuat hanya untuk mendapatkan sekolah sesuai keinginan,” tegasnya.

Membuat surat domisili memang mudah. Hanya tinggal datang ke kecamatan saja. Surat domisili pun sudah ‘dihalalkan’ lewat Pergub. Tapi sesuai aturan, tinggalnya harus sudah lebih dari 6 bulan.

“Karena ini masa rawan, kami mengimbau kepada petugas kecamatan untuk tidak subjektif. Seperti SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) untuk daftar sekolah tahun lalu,” tandasnya. (*)

editor : ricky fitriyanto

Ajie MH.