in

Tips dari Kepala Disdikbud Jateng agar Diterima di Sekolah Negeri

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sistem zonasi yang diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini membuat sejumlah orang tua khawatir anak mereka tidak mendapat kesempatan meneruskan pendidikan di sekolah negeri. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri pun berbagi tips untuk memperbesar peluang siswa diterima di sekolah negeri.

Dikatakan, saat PPDB dibuka 1-5 Juli 2019 nanti, orang tua diimbau untuk memilih semua sekolah yang masuk zonasi. Pasalnya, ketika tidak diterima di sekolah pilihan pertama maka akan bergeser ke sekolah lainnya di dalam zona.

“Klik semua, 3 atau 4 sekolah tidak masalah,” jelasnya, Jumat (28/6/2019).

Menurutnya, kesempatan masuk di sekolah negeri justru lebih banyak lewat jalur prestasi di luar zona. Jadi peserta yang memiliki prestasi atau yakin dengan nilai nem-nya daftar di sekolah luar zonasi jalur prestasi.

Dia mencontohkan, warga Banyumanik Semarang mendaftar di SMAN 3 Semarang yang bukan zonasinya lewat jalur prestasi. Namun sekaligus mendaftar jalur prestasi dalam zona misal di SMAN 4 di Banyumanik Semarang. Jangan lupa peserta juga bisa klik jalur zonasi murni untuk SMAN 4 dan sekolah di sekitarnya seperti SMAN 9.

Dengan cara itu, lanjutnya, jika tidak diterima prestasi luar zona di SMAN 3 maka bergeser ke prestasi dalam zona di SMAN 4 secara otomatis by system. Jika tergeser dari SMAN 4 masih ada kesempatan di SMAN 9 yang masih satu zonasi.

“Kalau prestasi luar zonasi, klik juga prestasi dalam zonasi dan sekolah sekolah dalam zonasi. Kalau gagal prestasi luar zona maka geser ke yang dalam zona,” tegasnya.

Meski begitu, dia mengakui, seluruh SMA negeri di Jateng tidak mampu menampung semua pendaftar. Pasalnya, dalam catatan pembuatan akun hingga Kamis (27/6/2019), jumlah akun yang sidah diverifikasi lebih banyak dari daya tampung.

Daya tampung SMA negeri di Jateng hanya 116.058 siswa. Sementara yang sudah diverifikasi ada 123.093 peserta. Untuk SMK yang verifikasi 123.825 peserta dari kuota 100.803 siswa. (*)

editor : ricky fitriyanto

Ajie MH.