in

Antrean Haji Tembus 25 Tahun, BPKH Dorong Calon Haji Muda Segera Daftar

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sekitar 70 persen calon haji mendaftar saat usia di atas 40 tahun. Padahal, saat ini antrean haji bisa mencapai 25 tahun. Jika terus seperti ini, tidak menutup kemungkina, kebanyakan jamaah haji asal Indonesia sudah berusia uzur saat berangkat ke Tanah Suci.

Alasan tersebut membuat Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mendorong program calon haji muda. Setidaknya, saat berusia 25 tahun.

“Karena berangkat haji ini juga perlu kita pertimbangkan masalah fisik. Misal daftarnya saat pensiun, berarti berangkat haji usia 75 tahun. Kalau daftarnya jauh sebelum pensiun, usia 50 kan masih baik fisiknya,” ucap anggota Badan Pelaksana BPKH, A Iskandar Zulkarnain setelah menyerahkan bantuan 1 unit mobil operasional jemaah lansia untuk embarkasi haji Donohudan, Surakarta. Bantuan diserahkan kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di rumah dinas gubernur, Kamis (6/2/2020).

Diakui atau tidak, lanjutnya, usia bisa memengaruhi kualitas ibadah haji. Karena salah satu syarat pelaksanaan ritual haji adalah mampu secara finansial dan fisik. Sedangkan ritual haji 80 persen terdiri dari aktivitas fisik.

Tahun ini kuota haji ditetapkan sebanyak 231 ribu jemaah. Rinciannya, 212.520 jemaah dan 18.480 jemaah haji plus. Total biaya penyelenggaraan ibadah haji sebesar Rp 69.174.167 dengan Bipih (dibayarkan jemaah) sebesar Rp 35.235.602. Sedangkan sisa kebutuhan lainnya ditutup dari nilai manfaat hasil kelolaan dana haji oleh BPKH sebesar Rp 33.938.565.

Iskandar menuturkan, bantuan mobil operasional merupakan komitmen dalam menyalurkan nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) melalui bidang kemaslahatan. Hal ini sebagaimana diatur dalam PP No 5 tahun 2018 tentang pelaksanaan Undang-Undang No 34 tahun 2014 mengenai pengelolaan keuangan haji dan PBPKH No 7 Tentang prioritas kegiatan kemaslahatan.

Usai penyerahan, Iskandar mengungkap pihaknya berencana memberikan fasilitas unit pesawat untuk embarkasi. Menurutnya, banyak calon jamaah haji yang masih belum mendapatkan pengalaman berada di pesawat terbang.

Pihaknya berpikir agar calon jamaah haji bisa mendapatkan pelatihan selama berada di pesawat dalam perjalanan ke tanah suci.

“Banyak yang belum berpengalaman. Maka itu dengan fasilitas itu nantinya bisa kita latih bagaimana mengetahui kursi mereka, dan apa yang harus dilakukan apabila ada keadaan mendesak. Rencana kami secepatnya untuk fasilitas tersebut,” tandasnya.

Menanggapi program calon haji muda, Gubernur Ganjar Pranowo memberi apresiasi. Dia pun mengajak generasi milenial untuk menunaikan ibadah haji di usia muda agar bisa menjalankan rangkaian ibadah dengan prima.

Berdasarkan aturan, usia minimal untuk mendaftar haji adalah 12 tahun. Dengan asumsi masa tunggu keberangkatan haji selama 20-25 tahun, maka sang anak akan berangkat haji pada usia 32 tahun ketika kondisinya masih kuat secara fisik.

“Jangan kemudian ingin pergi haji saat memasuki usia pensiun atau usia 60 tahun. Di usia itu, kondisi fisik sudah mudah lelah. Apalagi, antrean di Jateng mencapai 25 tahun. Maka, berhaji muda itu penting,” tandasnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto