in

Ahli Waris Atlet Paralayang Jateng yang Meninggal saat Latihan Dapat Santunan Rp108 Juta

SEMARANG (jatengtoday.com) – Ahli waris atlet andalan paralayang Jateng yang meninggal saat latihan, Elisa Samson Manueke mendapat santunan sebesar Rp108.400.000.

Santuan diberikan BPJS Kesehatan di kantor Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Jateng, kompleks Jatidiri Semarang, Jumat (16/4/2021).

Penyerahan secara simbolis santunan tersebut dilakukan Wakil Ketua Umum III KONI Jateng Hary Nuryanto kepada Lis Andriana (istri almarhum) disaksikan Ketua Umum KONI Jateng Subroto dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Semarang Teguh Wiyono.

Baca juga: Jepang Prioritaskan Vaksin Covid-19 untuk Atlet Olimpiade

Hadir juga Ketua Pengprov Paralayang Jateng Arie Samiaji, Sekum KONI Jateng Heny Setiawati, Wakil Bendahara Umum Suratno, Kabid Humas Darjo Soyat dan Wakil Ketua Bidang Diktar Bayu Eka Ardiyan.

Seperti diketahui atlet andalan paralayang Jawa Tengah Marsekal Pertama (Purn) dr Elisa S Manueke meninggal akibat kecelakaan saat latihan, 8 Maret 2020 lalu.

Dia meninggalkan istri Liz Andriana dan empat anak. Atas kondisi itu, ahli waris mendapat santunan Rp 108.400.000 dan dua anaknya mendapat fasilitas beasiswa dari mulai Taman Kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi  (PT).

Ketua Umum KONI Jateng Suboto menyatakan terima kasih atas terealisasinya dana santunan kepada ahli waris.

“Tidak ada yang berharap dapat santunan seperti ini, namun realita menghendaki demikian. Jadi kami sampaikan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.

Baca juga: Percepat Program JKP, Kemnaker-BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Data Penerima

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Semarang Teguh Wiyono juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan KONI Jateng kepada BPJS Ketenagakerjaan Semarang. “Tercatat sudah empat tahun berjalan kerja sama kita,” bebernya.

Lebih jauh Teguh mengungkapkan, setelah mengalami kecelakaan, Elisa Manueke dirawat dua minggu di RS Sarjito Yogyakarta. Dalam perawatan tersebut membutuhkan biaya Rp132.776.300.

“Semua ditanggung oleh kami. Itu memang sudah menjadi kewajiban BPJS Ketenagakerjaaan,” tandasnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto