in

50 Sekolah di Semarang Rusak, Ini Janji Dinas Pendidikan

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sedikitnya 50 sekolah di Kota Semarang terkendala sarana prasarana. Mulai gedung rusak akibat banjir dan rob, ruang kelas tidak layak, gedung mulai rapuh, lahan sering terendam banjir-rob, dan lain-lain.

Dinas Pendidikan Kota Semarang berjanji segera memperbaiki dan membangun sarana prasarana untuk puluhan sekolah itu.

Tercatat 30 sekolah dasar (SD) di Kota Semarang akan dilakukan perbaikan dan pembangunan dengan anggaran total Rp 24,8 miliar. Tidak hanya itu, ada sebanyak 20 SMP di Kota Semarang dibangun dengan anggaran total Rp 17,2 miliar.

“Perbaikan dan pembangunan sekolah ini dilakukan agar kegiatan belajar dan mengajar bisa berjalan dengan baik,” kata Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Yudia Setiandradi, belum lama ini.

Dikatakannya, perbaikan dan pembangunan 30 SD negeri tersebar di 16 kecamatan di Kota Semarang. “Paling banyak di Kecamatan Mijen, Tembalang, Semarang Selatan, Genuk, dan Gunungpati, masing-masing kecamatan tersebut ada 3 sekolah. Pembangunan dan rehabilitasi ini memang menggunakan skala prioritas. Mana yang paling urgent akan segera dilaksanakan,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, perbaikan dan pembangunan sekolah bentuknya berbagai macam. Mulai dari pembangunan ruang kelas yang terdampak banjir dan rob, rehabilitasi ruang kelas, hinggga peninggian lahan sekolah agar terhindar dari banjir. Pembangunan juga membutuhkan anggaran yang cukup besar. “Misalnya SDN Randugarut total anggaran mencapai Rp 1 miliar. SDN Tandang 01 Semarang mencapai Rp 950 juta dan lain-lain,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan pihaknya juga melakukan pembangunan dan perbaikan untuk 20 SMP di Kota Semarang. Total anggarannya Rp 17,2 miliar. “Sebelumnya sudah dipetakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah,” katanya.

Anggaran tersebut juga termasuk untuk pengadaan sarana prasarana seperti meja dan kursi siswa. “Sejumlah proyek pembangunan sekolah sendiri saat ini sudah mulai dikerjakan,” katanya.

Salah satunya SMPN 1 Semarang. Pembangunan dilakukan karena gedung lama sudah usang dan rapuh. “Targetnya November mendatang selesai. Nanti pembangunannya dua tahap, dengan menggunakan APBD Kota Semarang kurang lebih Rp 6,4 miliar. Untuk tahap 1 tahun 2019 Rp 3 miliar, tahap 2 tahun 2020 Rp 3,4 miliar,” katanya.

Di SMPN 34 Semarang dilakukan peninggian lahan karena sering terkena dampak banjir. “Kondisi tersebut mengganggu kegiatan belajar mengajar. Sehingga perlu dilakukan peninggian. Anggarannya kurang lebih 1,1 miliar,” ujarnya. (*)

editor : ricky fitriyanto

Abdul Mughis